Alexander Wang

News

24 Years of Style di Plaza Indonesia Fashion Week 2014

By  | 

it-pifw-2014-3511

Usia 24 tahun Plaza Indonesia dirayakan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari pameran foto, pameran busana, lelang untuk amal, hingga pelaksanaan Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2014, 22-25 Maret 2014 di Function Hall, Level 2, Plaza Indonesia, Jakarta. Peragaan busana yang melibatkan merek lokal dan merek luar negeri terangkum dalam tema besar ulang tahun yaitu 24 Years of Style.

Menurut Zamri Mamat, General Manager Marketing & Communication, Plaza Indonesia, Plaza Indonesia sebagai pusat perbelanjaan bergengsi ingin memberi ruang bagi desainer lokal dan merek lokal untuk mendapatkan tempat yang sama dengan merek luar yang sudah banyak membuka gerainya di Plaza Indonesia. Walau jumlahnya masih lebih banyak merek luar, namun koleksi yang dipersembahkan tak kalah berkualitas dibandingkan dengan merek luar. “Tahun depan, semoga lebih banyak lagi local brand yang membuka gerai di PI,” tambah Zamri.

Hari pertama PIFW, 22 Maret 2014, dibuka dengan menampilkan koleksi Numb8ereight, menampilkan 24  koleksi  busana. Di antaranya adalah brand dari Preen, Prabal Gurung, Mary Katrantzou, Balmain, dan Zuhair Murad. Numb8ereight  merupakan sebuah galeri dan outlet multibrand yang akan resmi dibuka pada bulan Mei mendatang di Plaza Indonesia.

Sesi selanjutnya, Sebastian Red.  Pada koleksi SS 2014 kali ini, Sebastian Red menampilkan vibrant collections yang mengilustrasikan keindahan musim semi. Siluet dari tahun 60-an menjadi inspirasi di setiap cutting koleksi ini.

Usai Red Sebastian’s, fashion show kembali dilanjutkan pada pukul 19.30 WIB oleh Hunting Fields. Bertemakan Lucidity, Hunting Fields menyajikan koleksi SS 2014 dengan inspirasi ubur-ubur. Untuk mentransformasikan keunikan dari tema ini, Hunting Fields menggandeng seorang graphic  designer, Eko Bintang, untuk berkolaborasi.

Tampil di sesi terakhir hari itu, (X).S.M.L menampilkan koleksi Spring/Summer yang  menggambarkan busana orang-orang pada tahun 80-an. Ciri khasnya mencari karakter dirinya. (X).S.M.L menyajikan jalan bagi mereka yang ingin bebas mengekspresikan diri. Ekspresi dengan warna hitam putih yang berbeda dengan yang ditampilkan 3 brand lainnya di PIFW hari pertama.

Saat sebagian besar merek luar menampilkan warna-warna teal (campuran hijau dan biru) , (X)S.M.L sebagai merek lokal justru tampil beda dengan warna hitam putih. “Kalau kita sama dengan mereka, kita akan kalah bersaing. Kita harus berani tampil beda, sesuai pasar (X)S.M.L yaitu generasi muda yang berani tampil beda,” kata Hansen Andrea, Sales & Marketing Manager (X)S.M.L.

Dari Mango hingga Iwan Tirta

Hari kedua PIFW 2014, masih menampilkan koleksi Spring/Summer 2014 dengan interpertasi masing-masing sesuai dengan merek dan ciri khas desainnya. Dibuka dengan koleksi Mango dengan warna kuning dan biru. Selain itu juga menampilkan warna garis-garis yang terinspirasi dari siluet laki-laki dengan jahitan minimalis.

Selanjutnya Karen Millen, menampilkan koleksi bertema The New Reality. Busana yang memberi kesan modern, urban, dan desain cerdas. Bahan dari katun, denim, dan kulit yang ditampilkan menjadi busana yang berkualtas dan digarap dengan detail. Memberi nuansa musim semi, Karen Millen mempersembahkan gaun sederhana dalam bentuknya, kaos, mini-jacket, dan T-Shirt.

Fashion show sesi ketiga menghadirkan Hengki Kawilarang, Le’ Jardin (taman). Perempuan dan taman bunga merupakan inspirasi desain Hengki kali ini. Koleksi ready to wear dengan look yang yang modern. Tampilan ini menjadikan perempuan yang mengenakan menjadi pusat perhatian dalam hal yang menyenangkan.

Sebagai penutup, koleksi Iwan Tirta bertema Regalia. “Seperti misi Iwan Tirta, kami mengangkat desain lokal untuk diberi sentuhan modern,” kata Era Soekamto, desaooner busana untuk Iwan Tirta.

Teks: Desi Dwi Jayanti & Titik K. / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *