DKNY Fall 2017 Collection

Brands

Bateeq Memaknai Batik

By  | 

sdk-tas-bateeq-1410

Kreasi menggunakan kain batik menjadi busana siap pakai (ready to wear) sudah banyak dilakukan para desainer juga butik. Konsep mereka pun beragam, sehingga batik bukan lagi kain tradisional yang identik dengan busana formal, melainkan bisa dikenakan di banyak kesempatan.

Sebagaimana yang dilakukan Bateeq, sebuah merek di bawah naungan PT Efrata Retailindo yang mengangkat kain batik sebagai busana untuk usia 25-45 tahun. Sejak gerai pertama dibuka pada tanggal 28 April 2013 di Solo, Bateeq berkembang. Kini sudah punya gerai di Jakarta, Surabaya, Makasar,dan Medan. Pada tanggal 17 Juli 2014, Bateeq membuka gerai terbarunya di Plaza Indonesia, Jakarta. Rupanya, interpretasi Bateeq soal batik punya penggemar sendiri di kalangan pelangganya. “Kami mengambil motif batik dari berbagai daerah. Jadi motifnya yang kita ambil,” kata Michelle Tjokrosaputro, Presiden Direktur/ CEO PT Efrata Retailindo. Bukan proses membatiknya. Jadi motif tersebut dicetak di kain katun, polyester, sutra, dan rayon untuk didesain menjadi busana siap pakai.

Pada pembukaan Bateeq kali ini, menampilkan fashion show koleksi busana Peggy Hartanto yang mendesain untuk Bateeq. Koleksi kali ini terinspirasi dari motif batik kawung yang didesain dengan ciri khas Peggy, modern dan minimalis. Motif kawung ini hadir dalam warna coklat muda dan biru tua.  Koleksi ini terdiri dari chic dresses, signature jumpsuit, dan flattering skirt. Preorder sudah dimulai sejak Mei 2014. Bila yang belum sempat order, koleksi ini bisa dijumpai di showroom terbaru ini.

Selain menghadirkan inspirasi batik sebagai motifnya saja, Bateeq juga melayani pelanggan yang ingin memaknai kain batik secara utuh. Yakni kain yang diberi motif dengan membatik (batik tulis). Desain busananya pun lebih tertutup dan disesuaikan dengan pelanggan yang usianya 45 tahun ke atas. “Karena ibu saya pun protes. Pengin pakai koleksi Bateeq, tapi jangan yang terbuka begitu,” ujar Michelle. Koleksi di bawah brand Batik Solo, masih di bawah naungan Bateeq, kebanyakan batik tulis yang dibuat dengan tangan. Handmade menjadi ciri khas dari brand ini.

Teks: Titik K. / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *