DKNY Spring 2017 Collection

Fashion Report

Bentuk Modern Kebudayaan Sriwijaya

By  | 

tas-mel-ahyar-ipmi-trend-show-2015-4217

Mengambil unsur dari kerajaan Sriwijaya, dibawa ke bentuk modern, Mel Ahyar hadirkan karya seni eklektik

Desain busana tidak lepas dari sejarah dan budaya dari suatu bangsa. Hal tersebut disadari oleh Mel Ahyar. Budaya Indonesia khususnya Palembang, tempat lahir Mel, melekat kuat dalam dirinya. Hal tersebut yang membuat ia mengangkat tema Suvarnabhumi pada koleksi Spring/Summer 2015 yang ditampilkan Bazaar Fashion Festival 2014, 23 Oktober 2014.

Pada abad ke-8 terdapat sebuah kerajaan terbesar di Asia Tenggara yang bernama Sriwijaya. Kerajaan ini juga dikenal sebagai Suvarnabhumi atau Suvarnadwipa (island of gold) yang mengacu kepada tanah Sumatra. Kerajaan Sriwijaya mempunyai wilayah yang sangatlah luas, mulai dari Sumatra, Jawa hingga semenanjung Malaya. Wilayah kerajaan Sriwijaya yang luas membuat Sriwijaya memiliki kebudayaan yang kaya. Alkulturasi budaya pun terjadi di dalamnya. Selain kebudayaan Sumatra Selatan yang menjadi pusat pemerintahan kerajaan ini, Sriwijaya juga dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa, China, India, dan Timur Tengah.

Berkolaborasi dengan Illustrator

Dalam koleksi Suvarnabumi ini, Mel Ahyar mencoba menampilkan kembali unsur-unsur kebudayaan kerajaan Sriwijaya ke dalam bentuk baru yang lebih modern, berkolaborasi dengan illustrator asal Indonesia Diela Maharani. Bukan kali pertama Mel Ahyar melakukan kolaborasi dengan ilustrator. Pada tahun 2014 lalu Mel Ahyar berhasil menampilkan wayang dengan bentuk baru bersama illustrator Yona Yu.

Presentasi koleksi Mel Ahyar pun dimulai dengan mempersilakan media untuk masuk lebih awal dari pada tamu undangan. Agar para awak media leluasa memotret dan mengamati detail dari koleksi ini.

Ketika memasuki area white cube, kita disambut dengan stupa besar yang dikelilingi para model tepat di tengah ruangan. Tampak sekilas sederet busana dress hitam dengan detail warna–warni.

 

Menggunakan Tehnik Jahit Tangan

Tak lama berselang, para tamu undangan pun mulai masuk memenuhi area white cube. Seluruh bagian pada area ini dijadikan tempat presentasi. Lagu gending Sriwijaya menjadi musik yang mengiringi presentasi ini. Model pembuka pun berjalan dengan menggunakan busana berpotongan midi cape dress hitam berbahan satin dan organza. Detail embroidery bunga yang dicetak kemudian disatukan dengan tehnik ribbon, memunculkan efek 3 dimensi.

Selanjutnya hadir busana berpotongan midi dress H-Line berwarna nude dengan bahan dasar satin dan organza yang dibuat bertumpuk. Dengan detail yang sama, dengan koleksi pertama.

Selanjutnya, sederet dengan potongan gaun malam berkerah v-neck, cape dress, hingga cage dress dengan warna hitam dan nude. Detail cetak digital gambar perempuan Palembang dengan layering yang dibubuhi berbagai macam tehnik jahit tangan seperti ribbon, silk cord embroidery hingga penggunaan embellishment batu menjadikan koleksi ini terlihat eklektik.

Melihat koleksi Spring/Summer 2015 Mel Ahyar, kita seperti melihat palet kosong berwarna hitam dan nude yang ditempeli oleh berbagai macam gambar cetak, serta embroidery bermotif bunga. Sehingga terlihat sekali hasil pekerjaan tangan yang dikerjakan dengan sabar dan teliti, satu per satu.

Aksesoris berupa ear cuff berwana hitam dengan detail laser cut karya Rinaldy A. Yunardi pun menambah dramatis dari karya Mel Ahyar. Tetapi seperti halnya karya seni lainya yang tidak luput dari kekurangan. Karya Mel Ahyar kali ini terlihat bagus dan indah jika dipandang dari kejauhan. Namun jika dilihat dari dekat karya ini terlihat seperti kain sheer bertumpuk yang ditempeli berbagai macam motif dan bentuk secara acak.

Teks: Bayu Raditya Pratama / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *