DKNY Spring 2017 Intimates, Sleepwear & Hosiery Collection

News

Beragam Konsep Busana Pengantin di BWE 2015

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Deretan busana pengantin karya desainer Indonesia ditampilkan di Grand Ball Room Ritz-Carlton Jakarta, Pasific Place Mall. Pagelaran busana pengantin ini menjadi pembuka acara Bazaar Wedding Exhibition (BWE) 2015, 2–5 April 2015 lalu.

Busana yang tampil pada hari pembukaan di antaranya adalah Didi Budiardjo, Eddy Betty, Ghea Panggabean, Mel Ahyar, Sebastian Gunawan, Hian Tjen, Andreas Odang, Sapto Djojokartiko, Yogie Pratama, Jeffry Tan, Yefta Gunawan, dan Yosafat Kurniawan. Busana pengantin dengan tema nasional maupun internasional disuguhkan dalam satu rangkaian fashion show. Berbeda dengan tahun sebelumnya, BWE 2015 tidak memiliki tema khusus. Hal ini dilakukan agar peserta pameran lebih beragam dan bebas berekspresi sesuai dengan konsep masing–masing.

Seperti pada tahun sebelumya, acara yang telah memasuki tahun ke-10 ini pun menampilkan Bazaar Bridal Week. Yakni pangelaran busana pengantin karya desainer Indonesia. “Dalam fashion show setiap tahunnya mengangkat nama–nama baru. Hal ini merupakan salah satu misi untuk mendukung desainer Indonesia yang mengeluarkan koleksi busana pengantin,” kata Ria Lirungan, Editor in Chief Harper’s Bazaar Indonesia.

Desainer bridal Monica Ivena menampilkan koleksi terbarunya pada hari ke-2. Ia menghadirkan gaun malam dan busana pengantin dengan tema I’heritier. Busana tersebut terinspirasi dari perempuan di zaman renaisance. Tata panggung pun dibuat lebih temaram dan romantis dengan detail lampu kristal oleh Steve Decor. Tidak hanya itu, Monica juga berkolaborasi dengan Minka Shoes dan Hobermarsel untuk melengkapi sepatu dan aksesories nya.

Pada hari ke-3, Bazaar Bridal Week 2015 menghadirkan Bubble Girl, Luwi Saluadji dan Ivan Gunawan. Bubble Girl sebagai label Indonesia dengan pangsa pasar anak – anak memberikan aneka pilihan busana untuk pengiring pengantin atau flower girl. Sederet busana anak berpotongan gaun dan tutu hadir dengan tema bunga.

Luwi Saluadji menampilkan label koleksi pribadinya, Luwi Saluadji Privatis. Melalui label ini, Luwi mengangkat kemewahan dari seorang mempelai pria. Koleksi Luwi Saluadji Privatis ini merupakan koleksi busana limited edition, artinya setiap desain hanya akan dibuat untuk satu orang.

Sedangkan Ivan Gunawan menampilkan busana yang terinspirasi dari Anastasia, putri kaisar Rusia di masa lalu. Sederet gaun pengantin dengan potongan mini hingga ball gown terangkum dalam koleksi ini. “Sebagian besar klien yang datang bermimpi menjadi putri di hari pernikahannya,” ujar Ivan mengatakan kaitan antara busana pengantin dan inspirasi putri Rusia tersebut.

Bila pada hari sebelumnya para undangan disuguhkan busana–busana pengantin kaya akan detail dan dramatis, hal tersebut justru tidak ditemukan pada hari penutupan. Auguste Soesastro dengan labelnya Kraton menampilkan deretan busana yang simpel dan ringan. Keseluruhan busana yang ditampilkan berwarna hitam dan putih dengan bentuk busana yang dapat dipakai untuk sehari – hari.

Menurut Ria, pemilihan partisipan dalam acara BWE 2015 ini sangatlah selektif. Karena bisnis pernikahan merupakan salah satu industri yang potensial di Indonesia. Hal tersebut juga didukung oleh Tiara Josodirjo selaku perwakilan dari TJ&A. Menurutnya selain pemilihan partisipan yang lebih selektif, partisipan yang terpilih pun merupakan partisipan muda di industri pernikahan dengan kualitas yang baik. Pameran BWE 2015 ini menghadirkan kurang lebih 60 partisipan pameran. Terdiri dari fotografi, souvenir, undangan, dekorasi, hingga wedding organizer.

Teks: Bayu Raditya Pratama / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *