DKNY Spring 2017 Intimates, Sleepwear & Hosiery Collection

Fashion Report

Busana bagi Perempuan Aktif

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Menjawab kebutuhan perempuan yang aktif dengan kegiatan, Austere by Tri Handoko hadirkan koleksi tailoring yang kasual.

Pada era modern seperti sekarang ini, umumnya sebagian besar perempuan di kota–kota besar memiliki karir dan aktif di dunia kerjanya. Mereka biasanya memiliki karakter dan kepribadian yang kuat serta berani menunjukan diri mereka lewat busana yang mereka kenakan. Hal tersebut yang membuat desainer Tri Handoko memberikan alternatif baru dalam berbusana. Dengan meluncurkan label busana Austere by Tri Handoko pada IPMI Trend Show 2015 di Bazaar Fashion Festival 2014, 23 Oktober 2014.

Austere by Tri Handoko merupakan label busana ready to wear deluxe. Sebelumnya, pada tahun 2012, meluncurkan koleksi menswear bersama Dave Hendrik yang diberi nama 3D. Austere sendiri memiliki arti simple atau sederhana. Sesuai dengan garis desain Tri Handoko yang clean, modern, dan selalu memberikan sentuhan androgini dalam setiap desainnya.

Presentasi fashion pun mengambil tempat di area white cube stage. Koleksi kali ini, Tri Handoko mengambil tema Porcelain. Terinspirasi dari karakter porcelain yang keras sekaligus fragile serta memiliki tekstur yang halus dan lembut. Karakter dari porselen diterjemahkan Tri Handoko ke dalam busana–busana ready to wear deluxe berpotongan tegas, plain, namun dengan material yang lembut.

Photo by Sadikin Gani

Saat memasuki area white cube stage, presentasi Austere by Tri Handoko sedikit mengadaptasi cara presentasi sebuah trunk show. Para media dan undangan dapat secara detail melihat dan merasakan detail dari bahan yang dipakai. Sekilas koleksi ini terlihat biasa saja dengan cutting klasik yang simpel. Sederet busana seperti double breasted suit berwarna putih, sweatshirt dengan bawahan pencil skirt berwarna hitam, hingga wide pants berdetail platted.

Namun jika diperhatikan lebih detail koleksi yang menggunakan teknik tailoring ini memiliki detail jahitan yang rapi. Menurut Tri Handoko merancang busana dengan tehnik tailoring sangatlah sulit. Ketepatan jahitan pada pola dan garis harus teliti karena kesalahan sedikit saja bisa terlihat jelas. Bahan–bahan seperti katun, semi wool, wool, dan suede sintetis menjadi lahan kreativitas Tri Handoko dalam mendesain.

Koleksi yang menggunakan warna–warna dasar seperti putih, hitam, dan abu-abu ini, dilengkapi dengan aksesoris berupa cloche hat yang dibuat dari bahan senada. Koleksi sepatu dan sandal dari Saint-Jean memperkuat kesan kasual dari Austere oleh Tri Handoko.

Teks: Bayu Raditya Pratama / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *