DKNY Fall 2017 Collection

Fashion Report

Busana Muslim Untuk Perempuan Aktif

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Lihat Koleksi →

Muslimah dengan segala aktivitas dan karirnya menginspirasi Restu Anggraini untuk membuat busana muslim yang simpel dan praktis.

Semakin maraknya perempuan yang mengenakan busana muslim di Indonesia, diikuti maraknya desainer yang mengkhususkan diri untuk merancang busana muslim. Salah satunya adalah Restu Anggraini. Pada Jakarta Fashion Week 2015, ia memperkenalkan label terbarunya ETU, label untuk busana muslim. Koleksi Spring/Summer 2015 ini terinspirasi dari muslimah dengan segala aktivitasnya. Ia merangkainya dalam koleksi bertema Metropolished.

Penggunaan Detail Ayaman

Bertempat di fashion tent Jakarta Fashion Week 2015, fashion show koleksi ETU by Restu Anggraini dimulai dengan model yang berjalan mengenakan coat panjang putih berbahan sutra makassar, dengan bawahan celana panjang berwarna senada. Dilanjutkan dengan busana kemeja lengan panjang berwarna putih berdetail anyaman ditambah cape berbahan cashmere wool. Busana ini dipadu dengan celana panjang berbahan sutra makassar.

Sederet busana muslim dengan detail anyaman hadir dengan penggunaan material berupa sutra makassar dan cashmere wool. Juga koleksi busana berwarna monokrom dengan penambahan luaran berupa coat, cape, dan sweater. Fashion show ini ditutup dengan model mengenakan busana kemeja lengan panjang, dipadu celana panjang berbahan senada dengan coat panjang berdetail anyaman.

Pengerjaan dengan Tangan

Berbeda dengan desain Restu Anggraini tahun lalu, kini Restu lebih bermain dengan garis desain yang simpel dan praktis. Bahkan koleksi busana ini bisa dipakai oleh perempuan yang tidak mengenakan jilbab. Sederet busana dibuat dengan keahlian menjahit (tailoring) yang dipermanis dengan anyaman. Detail ini terinspirasi dari kipas anyaman bambu khas Indonesi. Detail ini dibuat satu per satu dengan tangan.

Pekerjaan tangan, di satu sisi adalah kelebihan bagi yang menyukai buatan tangan (handmade). Tapi dari sisi produksi, lambat. Hal ini pun diakui oleh Restu Anggraini, bahwa dalam satu hari ia hanya mampu menyelesaikan 2 sampai 3 busana saja. Merupakan kendala jika ada permintaan dengan kuantitas yang melebihi kuantitas produksi. Terlebih lagi ETU by Restu Anggraini adalah salah satu desainer yang mengikuti buyers room atau kini namanya Fashion Link di Jakarta Fashion Week 2015. Sebuah forum yang mempertemukan buyers (pembeli dalam skala ritel) dan desainer sebagai produsen.

Teks: Bayu Raditya Pratama / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *