DKNY Spring 2017 Collection

Jakarta Fashion Week

Catatan Kecil tentang Hijab dari Indonesia Fashion Forward

By  | 

kompilasi-moslem-wear-jfw-2014

Hari Pertama, Jakarta Fashion Week 2014, 19 Oktober 2013

Akhir-akhir ini, hijab sudah menjadi tren busana. Modelnya beragam, warnanya pun bebas dipadupadankan. Beberapa desainer hijab yang menggelar fashion show di Jakarta Fashion Week kali ini menarik untuk saya catat. Saya menikmati setiap show-nya. Walau di beberapa hal, saya bertanya-tanya juga, apakah seperti ini busana hijab, karena beberapa nampak ketat dan menampakkan lekuk tubuh. Baiklah, saya tidak akan berdebat soal itu. Saya hanya akan berbicara soal karya mereka.

17.36 WIB, Nur Zahra

Sekelompok perempuan (sebagian besar berhijab) terlibat pembicaraan atas gelar karya busana Nur Zahra yang baru saja digelar. Sebagian bertanya-tanya apakah karya-karya tersebut dapat dipakai sehari-hari? Karena karya tersebut nampak sangat berat,  baik dari sisi corak, bahan, maupun potongannya. Sebagian lainnya merasa tidak nyaman dengan tabrak motif yang cukup ekstrem. Sementara sisanya membicarakan soal penumpukan kain yang begitu banyak; celana panjang, rok panjang, jaket panjang dan hijab panjang.

Memang cukup melelahkan mengikuti karya ini karena secara keseluruhan it’s a little bit too much. Banyak motif cetak/print yang dipaksa bertabrakan, bahan yang terkesan kaku, asesoris/hiasan pada hijab  yang begitu banyak. Singkat kata : saya setuju dengan sekelompok perempuan tadi.

Lihat Koleksi Nur Zahra

17.46 WIB,  Jenahara

Pembuka karya tampil begitu manis dengan tampilan warna pink dan merah cerah. Pilihan bahan silk satin maupun organdy menjadikan karya terasa ringan dan segar. Sementara pilihan warna-warna cerah dengan aksesoris senada membuat keseluruhan karya terasa begitu muda.

Detail yang dipakai cukup efisien, tidak berlebih, namun cukup untuk menaikkan nilai karya Jenahara. Aksen ataupun fashion statement pada beberapa karya J ini membuat saya yang tidak berhijab pun tak akan keberatan untuk memakainya.

Pertanyaan yang mungkin timbul adalah mengenai batasan pakaian muslim, karena beberapa karya ini terlihat cukup ketat dan memakai bahan yang menempel pada tubuh. Namun kita biarkan perdebatan soal ini mengambil forum lain dan kita tetap fokus pada karya.

Seperti pada pembukaan, penutup presentasi Jenahara ini juga cukup manis dengan tampilnya peragawati senior, Ida Royani, menggunakan jacket panjang longgar yang tetap menarik dan sepertinya cukup taat aturan berjilbab.

Lihat Koleksi Jenahara

17.55 WIB, Dian Pelangi

Playfull. Itulah kesan singkat yang kita tangkap dari karya DP kali ini. Keberanian memilih warna-warna terang seperti merah, pink, kuning, yang dipadukan dengan printed motif songket, jjuga berwarna cerah, untuk member nuansa etnik modern.

Warna netral: abu-abu, hitam tampil kemudian tanpa menghilangkan kesan playfull dengan penggunaan asesoris yang tepat. Kancing bungkus ukuran besar (oversized), beads, dan asesoris kacamata dan tas clutchmenjaga keseluruhan nuansa playfull dan membuat karya DP ini jauh dari kata membosankan.

Secara keseluruhan ingatan saya sampai saat ini masih tertuju pada motif print pada celana biru yang dipadukan jacket model cape bertumpuk yang asimetris, sangat pendek pada bagian depan namun panjang di belakang. Perpaduan menarik sekali, membuat sulit lupa.

Lihat Koleksi Dian Pelangi

Teks: Mutiara Lusiasana Purba, Mantan Finalis Putri Indonesia / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *