DKNY Spring 2017 Intimates, Sleepwear & Hosiery Collection

Fashion Report

Criterion, Kepiawaian Memadupadankan Material

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Lihat Koleksi →

Bermula dari sebuah perjalanan, Didi Budiardjo menemukan material di berbagai daerah yang dilalui. Ragam bahan yang diramu apik dalam satu busana, tapi tetap terasa ringan dan wearable.

Hari pertama Bazaar Fashion Festival 2015, 22 Oktober 2014, dibuka oleh dua desainer yaitu Biyan dengan koleksi Seruni dan Criterion karya Didi budiardjo. Keduanya punya kesamaan. Koleksi kali ini merupakan penanda waktu berkarya. Biyan menandai 30 tahun berkarya, sedangkan Didi mengingat 25 tahun berkarya.

Criterion adalah sesuatu yang berhubungan dengan pendeskripsian atau sebuah keputusan, Didi Budiardjo Resort 2015 ini adalah sebuah keputusan untuk menghadapi tren tahun depan,” ungkap Didi Budiardjo. Bertempat di area white cube, koleksi Didi kali ini terinspirasi dari cerita fantasi tentang 12 perempuan yang melakukan perjalanan mengelilingi dunia.

Konsep presentasi dalam white cube yang diusung oleh Didi Budiardjo dengan Ari Tulang sebagai koreografer merupakan cara presentasi fashion yang baru di Indonesia. Saat pintu masuk terbuka, kita hanya menemukan ruangan putih kosong tanpa pit media dan bangku layaknya sebuah pertunjukan fashion show. Kebingungan ini terjawab saat satu persatu model keluar dan berdiri di atas balok putih. Para media yang hadir dipersilakan mendekat dan bisa mengamati detail koleksi busana yang ditampilkan.

Beragam Material

Melihat detail dari 12 busana, kita akan mengetahui bahwa Didi piawai meracik beragam material dalam satu busana, tanpa mengensankan desain yang berat. Juga teknik kain yang sudah lama tak digunakan walaupun cutting yang disajikan sederhana.

Long dress berpotongan Eropa klasik berbahan chiffon dengan bordir bermotif bunga hadir mengawali presentasi ini. Dilanjutkan dengan cropped top berbahan songket dari Sumatra Barat dengan bawahan pencil skirt berdetail bulu putih yang kental dengan kesan feminin. Hadir juga jump suit berbahan devore yang dipadu dengan coat lengan pendek berbahan lame matelassé.

Sederet busana dengan bahan cotton, chiffon ve dupe, sampai bahan metal yang dirangkai menjadi gaun dihadirkan dalam koleks resort 2015 ini. Selain bahan tersebut Didi juga menggunakan bahan–bahan khas Indonesia seperti tenun Sumba, dan sulam kapalo samek khas Sumatra Barat. “Koleksi ini bercerita tentang travelling jadi saya menggunakan bahan yang juga travelling, artinya ada bahan dari Indonesia dan luar negeri juga, “ tambah Didi.

Terlihat Kasual dengan Sneakers

Walaupun koleksi ini menggunakan material yang beragam dari Indonesia dan luar negeri, namun dengan potongan busana yang simpel. Penggunaan sepatu sneakers yang dimodifikasi dengan payet membuat koleksi ini terlihat kasual sekaligus ringan. Unsur bohemian dan gaya tahun 1960-an sangat terasa di koleksi ini. Kedua unsur tersebut yang akan Didi ramu sebagai tren 2015.

Teks: Bayu Raditya Pratama / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *