DKNY Spring 2017 Collection

Fashion Extravaganza - JF3

Desainer Muda Memaknai Tenun

By  | 
Kiri ke kanan: Dewi Cristina Lie Echeveste, Audrey Aledya Chaerunnisa, Felisa Aprilia, dan Qurnila Harmas

Kiri ke kanan: Dewi Cristina Lie Echeveste, Audrey Aledya Chaerunnisa, Felisa Aprilia, dan Qurnila Harmas

Desainer muda merupakan salah satu harapan untuk melestarikan wastra Indonesia. Salah satu wujudnya melalui Next Young Promising Designer 2014. Kompetisi desain busana ini merupakan kerja sama dari Jakarta Food and Fashion Festival (JF3) dan Cita Tenun Indonesia(CTI). Mengangkat tema Embracing Handwoven The Indonesian Heritage, berhasil menjaring lebih dari 30 peserta. Terdiri dari para pelajar dari sekolah mode di Jakarta dan Bandung. Sepuluh finalis tersebut kemudian menggelar fashion show karyanya dalam JF3. Lantas ditetapkan 3 juara dan 1 juara favorit.

When Culture Meet Urban karya Felisa Aprilia, demikian tema yang disebut sebagai juara pertama dari lomba desain Next Young Promising Designers 2014, 31 Mei 2014 di Forum Mal Kalapa Gading, Jakarta. Felisa mengalahkan 9 finalis lainnya dan berhak mendapatkan hadiah sejumlah uang serta kesempatan belajar dari para perajin tenun di desa penenun hasil binaan dari CTI.

When Culture Meet Urban mengeksplorasi kain tenun ulap doyo dari suku Dayak Benuaq, Kalimantan Timur. “Saya memakai teknik handcraft makrame sebagai detail dan strong point pada setiap bajunya untuk menambah point lebih pada tenun itu sendiri. Juga pengaplikasian makrame disepatu,” ujar Felisa.

Karya ini memesona ketujuh dewan juri yaitu: Aida Nurmala (direktur Studio One), Didi Budiardjo (desainer fesyen), Dhany Dahlan (perwakilan CTI), Koestriasturi (pengurus Bidang Pelatihan dan Pengembangan CTI, pengurus DEKRANAS), Ninuk M. Pambudhy (wakil pimpinan redaksi Harian Kompas), Rian Salmun (Perwakilan JFFF), dan Sandriana Satar (bendahara CTI).

Selanjutnya, Audrey Aledya Chaerunnisa dengan tema Envisage Vol. 2 menjadi juara ke dua. Karya ini mengeksplorasi kain tenun Garut dan Lombok yang dibuat dalam balutan busana monokromatik dengan sentuhan modern. Ia mengalahkan juara ke tiga, Dewi Cristina Lie Echeveste yang mengusung tema Living Madrid. Dewi menggunakan kain tenun Garut dipadu kain tenun Palembang. Terakhir juara favorit, dipilih dari vote jejaring sosial jatuh kepada Qurnila Harmas dengan tema Playing Tenun.

Teks dan Foto: Bayu Raditya Pratama

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *