DKNY Spring 2017 Collection

Fashion Extravaganza - JF3

Dua Sisi Perempuan

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Lihat Koleksi →

Perempuan itu terkadang rapuh seperti kupu-kupu, tapi bisa menjadi kuat seperti burung gagak. Dua sisi perempuan ini menginspirasi Ali Charisma dalam desain busananya.

The Butterfly and Crow, demikian terjemahan Ali Charisma tentang dua sisi perempuan untuk Fashion Extravaganza, Jakarta Fashion and Food Festival (JF3), Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta. Tak hanya itu, koleksi yang diperagakan pada tanggal 19 Mei 2014 ini juga menggabungkan antara koleksi Spring/Summer dan Fall/Winter.

“Malam ini saya akan menampilkan koleksi campuran dari Spring/Summer dan Fall/Winter. Bukannya saya tidak mempersiapkan koleksi dengan baik tapi karena koleksi saya untuk pasar Eropa sekarang lagi Spring/Summer dan untuk pasar Australia lagi Fall/Winter, makanya saya memutuskan untuk menampilkan kedua dari koleksi saya malam hari ini.” ujar Ali Charisma membuka konferensi pers, ditemani dengan Taruna Kusmayadi (ketua APPMI).

Desainer yang telah sukses mengembangkan brand busana Ali Charisma hingga mancanegara ini mencoba menggali lebih dalam dua sisi perempuan modern yang berani berekspresi sesuai dengan karakter mereka. Sisi pertama perempuan rapuh yang feminin dan sisi kedua wanita strong yang berani tampil beda.

Memfokuskan pada keseimbangan dua sisi perempuan, koleksi ini menggabungkan bahan yang bertolak belakang. “Saya menggunakan bahan yang cenderung berat seperti leather, lamb skin, snake skin dengan menggabungkannya dengan bahan lainnya seperti organza, satin, tulle, dan banyak menggunakan lace,” kata Ali Charisma saat menjelaskan bahan ‘berat’ yang ia pakai untuk koleksi kali ini.

Mini dress berwarna putih dengan detail sheer membuka fashion show dari koleksi evening wear Ali Charisma malam itu. Deretan koleksi gaun malam yang sensual dengan warna putih, krem, coklat hingga hitam tampil dengan perpaduan bahan yang pas. Material yang berat tadi tidak terasa, justru yang terlihat gaun – gaun cantik yang ringan dan flowy.

Setelah kita dimanjakan dengan deretan busana monokromatik, Ali Charisma menutup fashion show dengan deretan busana bernuansa cerah dan terang. Gaun malam berwarna mencolok diimbangi dengan potongan sederhana dan tata musik mengalun ringan menjadikan 53 gaun malam yang tampil malam itu makin terlihat istimewa.

“Saya percaya bahwa musik yang mengalun dan ringan dapat mengimbangi busana yang saya rasa berat dan dengan warna yang mencolok, agar yang menikmati show saya tidak merasa terlalu berat,” ujar Ali Charisma

Para model tampil dengan tatanan rambut up-do dengan poni yang dibiarkan tergerai dan tata rias smokey eyes dipadu lipstick nude. Akseoris dari desainer aksesoris Ann Ong. Koleksi sepatu dari Nefrin Adlan.

Ada yang berbeda pada penutupan fashion show kali ini. Setelah para model berparade dan desainer Ali Chairsma keluar menyapa para penikmat fesyen, para model melakukan aksi selfie dengan tongsis di atas panggung, disusul dengan Ali Charisma yang ikut ber-selfie.

Teks: Bayu Raditya Pratama / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *