DKNY Fall 2017 Collection

Fashion Report

Fairy Land Membuka Infinite Wedding Moments 2015

By  | 

Photo by Bayu Raditya Pratama

Dunia ajaib peri, keindahan dongeng ratu dan pangeran, merupakan impian kebanyakan sebuah upacara pernikahan. Fantasi dan kemewahan dongeng negeri empat musim itu diterjemahkan dalam busana karya empat desainer untuk busana pengantin.

Kali kedua, JW Marriot Hotel Jakarta mengadakan pameran pernikahan. Infinite Wedding Moments merupakan tema yang dipilih untuk acara yang digelar dari tanggal 17-19 April 2015. Acara yang bersinergi dengan Tonny & Lifetime Organizer ini berupa fashion show busana pengantin dan pameran yang mengadirkan 40 vendor. Menurut Daniel Hong, Direktur Sales & Marketing, vendor terdiri dari wedding organizer, dekorator, pembuat foto video, pembuat kue pengantin, penyedia layanan photo booth, dan percetakan undangan pernikahan.

Ruangan yang dipakai untuk pameran yaitu Dua Mutiara Ballroom, JW Meeting Center, dan Pearl Chinese Restauran dengan dekorasi warna bertema Royal Blue. Warna biru yang dipilih memang tidak sesuai dengan kalender warna musim semi. Daniel menjelaskan bahwa warna biru dipilih untuk menampilkan suasana lain yang diharapkan bisa memberi inspirasi busana pengantin. “Biasa baju pengantin kan pink, shocking pink, putih. Orang takut pakai warna lain. Makanya kami mencoba menghadirkan warna berbeda. Be your self,” kata Daniel. Bila sudah melihat tampilan warna lain secara nyata dan bagus, biasanya akan berani meniru. Seperti tahun lalu, pameran pernikahan ini memadukan warna hitam dan emas untuk gaun pengantin. Ternyata hasilnya bagus dan inspiratif.

Sedangan desainer busana pernikahan yang menampilkan karyanya yaitu Fetty Rusli, Double ‘L’ Uomo, Chandbride, dan Alissha Bride. Keempat desainer ini dipilih karena menampilkan gaya dan garis desain yang berbeda-beda sehingga diharapkan mampu merangkum keinginan calon mempelai.

Empat Karakter Berbeda

Fashion show pertama, pada tanggal 17 April, sekaligus membuka pameran, menampilkan Fairy Land karya Fetty Rusli. Sejumlah 30 busana pengantin perempuan tampil di runway. Kesan feminin, anggun, dan romantis ingin ditampilkan oleh desainer alumni LPTP Susan Budihardjo ini. Sebagai pembuka, ia menampilkan gaun warna salem. Ada gaun panjang, yang menarik juga ada gaun pendek di atas lutut yang memungkin pengantin bebas bergerak. Gaun ini cocok sekali untuk pesta perkawinan outdoor yang digemari akhir-akhir ini.

Sekmen selanjutnya menampilkan gaun dengan warna merah, broken white, dan ditutup dengan gaun berwarna putih sebagaimana gaun pengantin pada umumnya. Model mengenakan topi lingkaran dengan busana model putri duyung menutup penampilan karya Fetty.

Secara keseluruhan, Fetty berhasil menampilkan impian tentang peri dan ratu di desain busananya. Bahan taffeta dan jaquard digunakan untuk menampilkan busana yang anggun. Sedangkan bahan tulle muncul di beberapa busana untuk memberi volume. “Saya menggunakan detail lace dan bordir berbentuk ukiran kerajaan,” kata Fetty menjelaskan perbedaan karyanya dengan tema sejenis. Karena tema fairytale dan princess sangat umum digunakan untuk tema busana pengantin. Selain itu, Fetty mencoba menonjolkan keahliannya dalam menampilkan konstruksi busana. Tambahan lain, korset transparan untuk menampilkan bentuk tubuh pengantin perempuan. Sedangan untuk perempuan berbadan besar, Fetty membuat busana dengan raffle yang lebih tipis sehingga menjadikan tubuh terkesan ramping.

Pada hari kedua, tampil busana dengan tema Simple & Elegant Wedding by Double ‘L’ Uomo. Tema ini menampilkan 24 busana pengantin laki-laki karya Lawrence DS dengan warna biru, hitam, dan coklat. Busana didesain untuk menampilkan tubuh laki-laki menjadi langsing dengan potongan busana slim fit.Jas bergaya tuksedo dan double breasted merupakan tawaran baru dari label ini.

Tak hanya soal busana, label ini juga akan menampilkan musik pengiring fashion show yang diramu oleh Fritz Panjaitan. “Musiknya akan sedikit nge-beat. Tapi tetap menampilkan elegan. Intinya memberi kesan pria yang siap mempersunting wanita,” kata Fritz. Pun modelnya didatangkan dari Brazil. Alasannya Fritz, cocok untuk membawakan karakter busana elegan dan simpel yang ditampilkan pada tema kali ini.

Pada hari ke-3, Yenti Nuddin memilih tema Fabulous and Fantastic Style. Membawa label Alisha Bride, menampilkan 24 busana pasangan pengantin, orang tua, kakak adik, dan keluarga pengantin. Koleksi Alisha Bride memerhatikan semua keluarga, tak hanya mempelainya. Tentu saja, busana pengantin tetap paling menonjol. Milih warna-warna umum yang diminati pengantin yaitu merah, fuchsia, pink, dan salem. Juga menambahkan warna hitam dan putih. Dengan potongan mermaid, ballgown, A-line, dan mini.

Keunggulan yang ingin disajikan oleh Yenti yaitu detail pada bagian punggung. Menurutnya, pengantin tak hanya dilihat dari depan, tapi juga dari belakang. Maka ia menambahkan kristal Swarovski di bagian punggung di atas kain tulle dan satin. “Konsepnya transparan, gaun ekslusif. Pengantin tampil beda dan menampilkan busana tren saat ini,” kata Yenti.

Sebagai penutup, karya Jessica Dora dan Peivy dengan label Rooya Couture mempersembahkan 10 busana dalam parade bersama 4 desainer terdahulu. Busana ini terlihat megah dan gigantik. Menawarkan busana ballgown bergaya baroque dengan bahan lace dan organsa,

“Kali ini mengangkat warna-warna pastel. Warna-warna musim semi. Tapi tetap konsisten dengan gaya extravaganza untuk baju-baju keperluan prewedding,” kata Peivy. Baju ini bisa disewa. Rooya Couture menyediakan jasa penyewaan untuk sesi foto.

Teks: Titik Kartitiani / Foto: Bayu Raditya Pratama

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *