Alexander Wang

News

Fashion Nation 2014 Resmi Digelar

By  | 
fn-4058

Kiri ke kanan: rancangan Denny Wirawan dan Sapto Djojokartiko dalam fashion show pembukaan Fashion Nation 2014

Panggung dihentak oleh musik bertempo cepat yang mengantarkan puluhan model laki-laki menari di runway berbentuk lingkaran. Wajah berkacamata dalam parade suit & tie persembahan Optik Seis menampilkan koleksi Giorgio Armani dengan tema Frame of Life. Kadang mereka berjalan cepat, kadang menari, dan ada kalanya diam, merupakan atraksi fashion show yang membuka Fashion Nation 8th, 27 Maret 2014, di Main Atrium, Senayan City, Jakarta. Pagelaran fesyen rutin yang digelar Senayan City berlangsung hingga 5 April 2014 dengan tema The State of Style.

“Fashion Nation adalah program fesyen yang menjadi pionir bagi program fesyen lainnya di pusat belanja dan setiap tahun kami menampilkan nama-nama yang menjadi jaminan dalam industri fesyen di tanah air,” kata Veri Y. Setiady, CEO Senayan City.

Pada acara pembukaan ini, dimeriahkan dengan penampilan 5 orang finalis Asia’s Next Top Model Season 2 yang membacakan pemenang Senayan City Style Makers Award with TRESemme. Pemenangnya: Lucyana Kaschu (most stylist socialite), Sigi Wimala (most stylist celebrity), Hege Wollan (most stylist model), Aryo Bayu (most stylist man), dan Nicoline Patricia (most stylist creative figure). Acara ini sebagai bentuk penghargaan kepada public figure yang tampil sebagai fashion icon di Indonesia.

Sebagai puncak acara, menampilkan peragaan busana karya Denny Wirawan dan Sapto Djojokartiko. “Saya terinspirasi dari budaya Jepang,” kata Denny menjelaskan koleksi malam itu, Afirmation. Sedangkan Sapto masih dengan tema sama seperti penampilannya di Indonesia Fashion Week 2014. Dua desainer ini dipilih, menurut Veri, karena mereka merupakan desainer lokal ternama.

Soal merek lokal, sebelum pembukaan, The Actual Style berkesempatan untuk mengulas singkat soal merek lokal. “Kalau berbicara local brand, kita tidak hanya berbicara soal fesyen. Kuliner dan barang-barang lain juga termasuk. Untuk barang-barang berkualitas bagus, local brand banyak yang buka gerai di Senayan City,” kata Veri.

Sedangkan untuk fesyen, beberapa merek lokal papan atas juga membuka gerai di Senayan City. Sebuah saja Iwan Tirta, (X) S.M.L, dan lain-lain. “Perlu diketahui, tidak semua desainer lokal punya brand. Kadang karya mereka dipajang di gerai lain,” tambah Veri.

Senayan City membuka diri untuk semua merek, termasuk merek  lokal. Hanya saja, memang harus memenuhi kriteria sesuai dengan pangsa pasar dari Senayan City. Kualitas, kontinuitas dan kuantitas. Semua itu membutuhkan modal dan kemampuan dari padar desainer. Walaupun, menurit Veri, konsumen di Senayan City ternyata tidak ‘international brand minded’. Kalau merek lokal bagus, tetap akan dipilih.

Teks: Titik K. / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *