DKNY Spring 2017 Collection

Fashion Issue

Gerakan Hijau di Industri Fesyen

By  | 
sdk-3904

Ilustrasi: Bin House

Dunia fesyen bisa berkembang karena para pelakunya senantiasa berinovasi. Tidak hanya dari sisi desain, fungsi, keindahan, dan bisnisnya, juga mulai mempertimbangkan aspek lingkungan. Sustainable (berkelanjutan) menjadi kata kuncinya.

Isu lingkungan yang berkelanjutan sudah lama menjadi perhatian masyarakat dunia. Belakangan, isu itu pun menjadi perhatian para pelaku industri fesyen. Frida Giannini (direktur kreatif Gucci), Anya Hindmarch, Dries van Noten, Stella McCartney, dan Auguste Soesastro adalah beberapa desainer yang menaruh perhatian besar terhadap isu lingkungan.

Eco-fashion adalah item berkualitas yang tahan lama. Ia adalah konsep keberlanjutan yang disimbolkan lewat tas yang dapat dikenakan terus-menerus hingga anak-cucu. Hal inilah yang selalu saya pikirkan ketika mendesain,” kata Giannini.

“Sebuah produk fesyen yang ideal adalah produk yang dibuat dengan material lokal yang tidak menciptakan polusi dan menggunakan transportasi yang minimalis dalam proses produksinya,” terang Anya Hindmarch.

Senada dengan itu Auguste Soesastro mengatakan bahwa “dalam menciptakan sebuah karya, usahakan untuk meminimalisir sampah/limbah produksi. Menggunakan material alami juga menjadi salah satu solusi seperti serat nanas, misalnya.”

“Kami berusaha membuat keputusan-keputusan yang earth-friendly sebisa mungkin,” kata Stella McCartney. “Selain berusaha menggunakan tekstil organik atau pewarnaan alam, kami juga menggunakan kemasan dan kertas yang dapat didaur ulang. Bahkan toko kami menggunakan energi listrik dari alam seperti tenaga angin dan matahari,” paparnya  tentang bagaimana dia mengaktualisasikan kepeduliannya terhadap lingkungan.

Lebih kritis lagi Dries van Noten mengatakan bahwa “keberlanjutan fesyen bukan semata-mata tentang bagaimana tekstil digunakan dalam produk fesyen. Kita perlu melihatnya secara lebih makro dengan perspektif berbeda. Bisa saja bahan katun yang kita gunakan tidak memakai bahan kimia. Tetapi kita juga harus memperhatikan bagaimana katun ini sampai di tempat produksi atau pembeli. Setinggi apakah jejak karbon pengirimannya.”

Tumbuhnya kesadaran para pelaku industri fesyen terhadap isu lingkunan juga menjadi kesadaran Indonesia Fashion Week (IFW) yang mengemban misi memajukan industri fesyen Indonesia. Salah satu aktualisasinya adalah dengan membentuk sebuah komunitas bernama Fashion Loves Earth. Merupakan kumpulan para pelaku fesyen Indonesia yang berkomitmen mendukung green movement di bidang fesyen.

Melalui green movement IFW mendorong agar para kreator fesyen tidak hanya memikirkan bagaimana menghasilkan produk yang kreatif dan menjual, sekaligus membuat produk yang ramah lingkungan.

Teks & Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *