DKNY Spring 2017 Collection

Fashion Report

Harapan Dari Timur

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Lihat Koleksi →

Membawa harapan pengungsi Gunung Rokatenda yang digambarkan dalam kain tenun, Kanaya Tabitha mengeksplorasinya dalam koleksi yang modern

Setahun sudah Gunung Rokatenda yang terletak Kecamatan Palue, Nusa Tenggara Timur meletus. Namun para pengungsi masih belum bisa kembali ke desanya. Dalam masa pengungsian yang masih berlangsung hingga sekarang, mereka hidup dalam ketidakpastian. Hal ini membuat desainer Kanaya Tabitha terdorong untuk perduli dan melakukan sesuatu bagi pengungsi Gunung Rokatenda.

Dari perjalananannya menemui pengungsi Gunung Rokatenda, Kanaya Tabitha menemukan harapan dari setiap lembar kain tenun. Harapan yang dituangkan oleh para perempuan pengungsi. Terinspirasi dari keindahan senja di Tanah Timur, Kanaya Tabitha mengubah kain tenun tersebut ke dalam satu koleksi ready to wear deluxe yang diberi tema Gloaming (Suara dari Timur).

Bertempat di runway stage IPMI Trend Show 2015, Bazaar Fashion Festival 2014, fashion show Kanaya Tabitha dibuka dengan footage perjalanannya mengunjungi pengungsi Gunung Rokatenda, indahnya alam, serta hangatnya langit senja menjadi background dari fashion show ini. Diiringi oleh musik khas Timur, ke-12 model keluar secara bersamaan dari depan panggung runway.

Eksplorasi Kain Tenun

Model pembuka berjalan mengenakan busana crop top berbahan satin. Detail lengan berbahan kain tenun Manggarai yang dipadu bawahan rok mini dengan ruffles vertikal dan bulu berwarna hitam. Dilanjutkan dengan model yang mengenakan busana sheath dress berdetail potongan kain Ende. Paduan satin berwarna unggu dan oranye yang menggambarkan keindahan senja di Timur.

Eksplorasi detail kain tenun Ende, kain tenun Manggarai, dan kain tenun Timor hadir dalam berbagai potongan busana ready to wear. Kain tenun tersebut dipadu dengan kain modern seperti satin, organza dan leather. Sederet busana berpotongan 1 shoulders, cropped top, pencil skirt, hingga cage dress hadir dalam warna–warna kontras. Cutting tegas dengan penambahan teknik ruffle dan perca menambah keunikan busana yang disajikan.

Koleksi ini juga dilengkapi dengan penggunaan aksesoris berupa kalung, ikat pinggang, dan body chain berbahan batu dan rantai. Para model pun mengenakan sepatu ankle strap berwarna merah biru. Sayang, detail bunga besar yang disematkan pada sepatu malah membuat sepatu terlihat sedikit berlebihan.

Tenunan Yang Mengandung Harapan

Keindahan kain tenun yang dieksplorasi dengan rasa yang modern membuat koleksi ini terlihat young dan urban. Tetapi jika dilihat dari sisi pembuatan kain tenun yang di dalamnya terdapat harapan dan cita–cita dari perempuan pengungsi Gunung Rokatenda, alangkah lebih indah jika kain tersebut dapat disuguhkan lebih utuh. Agar harapan yang terkandung di dalamnya, untuk melihat tanah mereka kembali bersahabat dan tak lagi gersang dapat tersampaikan secara utuh.

Teks: Bayu Raditya Pratama / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *