Alexander Wang

Indonesia Fashion Week

IFW 2014, Bangun Langkah Bersama Majukan Fesyen Indonesia

By  | 

sdk-2570

Indonesia Fashion Week (IFW) 2014 akan digelar pada tanggal 20-23 Februari 2014 oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Radyatama. Sebenarnya, IFW hanya bagian dari acara perayaan dari gerakan fesyen yang digagas oleh APMII sejak 2012. Kali ini untuk ke-3 kalinya, didukung oleh 4 kementrian, yaitu Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementrian Perindustrian, Kementrian Perdagangan, dan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

“Targetnya, Indonesia menjadi pusat mode dunia pada tahun 2025,” kata Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang hadir saat konferensi pers IFW, 13 Februari 2014 di Jakarta.

Untuk mencapai target tersebut, keempat kementrian ini mempunyai tanggung jawab masing-masing untuk satu tujuan tersebut.

Menurut Mari, kementriannya bertanggung jawab untuk menggali ide kreatif bersama desainer dalam menciptakan ciri khas desain Indonesia agar bisa bersaing dengan fesyen dunia. “Kita mencari local value untuk menjadi ciri khas fesyen Indonesia,” tambahnya. Misalnya kekayaan Indonesia akan bahan serat yang bisa digunakan selain kapas. Juga ragam pewarna alami yang bisa menjadikan produk fesyen Indonesia ramah lingkungan. Sebagaimana disampaikan Dina Midiani, direktur IFW, tren fesyen yang diangkat selain harus mengandung konten lokal juga harus eco-fashion.

Bukan hanya soal kreativitas dan produksi, IFW juga akan memberi perhatian pada proses bisnis. Sebagaimana disampaikan oleh Emilia Suhaemi, Deputi Menteri bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha, pelaku usaha fesyen di Indonesia sejumlah 3,5 juta dan sebagian besar termasuk UKK/UKM. “Karena letaknya tersebar di seluruh Indonesia, maka daya tawarnya rendah,” kata Emilia. Karena di Kementrian ini menyusun beberapa langkah, salah satunya dengan strategi pelembagaan, tidak harus koperasi, agar para pelaku usaha fesyen ini punya nilai tawar saat berhubungan dengan pihak lain.

Selain kementrian, IFW dan kegiatan di balik layar didukung oleh APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), APGAI (Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesoris Indonesia), Sariayu Matha Tillaar, Dulux, PT Bank Negara Indonesia, dan Garuda.

“Kami membantu mendatangkan desainer dari luar negeri di acara IFW nanti. Selain itu kami juga punya binaan tenun di beberapa daerah,” kata Djunadi Putra  Satrio, VP Marketing, PT Garuda Indonesia. Dukungan berbagai bidang yang memang dibutuhkan untuk gerakan fesyen Indonesia.

Teks: Titik K. / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *