DKNY Fall 2017 Collection

News

IFW 2015 dan Cita-Cita Indonesia Menjadi Pusat Mode Dunia

By  | 

Photo by Asep Hidayat

Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 resmi dimulai pada tanggal 26 Februari 2015 lalu di Jakarta Convention Center, Jakarta. Acara yang berlangsung 4 hari ini menghadirkan 747 label lokal, 23 desainer, 2.522 outfits yang disajikan dalam 32 fashion show. Selain itu, IFW juga menyajikan program seminar dan workshop, menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. IFW merupakan program tahunan APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia ) bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. “Tujuannya untuk mengembangkan industri mode di Indonesia sekaligus mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai word fashion centre, pusat mode dunia tahun 2025 dan muslim fashion center tahun 2020. Start-nya tahun 2015,” kata Dina Midiani, direktur IFW.

Menurut Dina, untuk mewujudkan tujuan tersebut, IFW melakukan beberapa program. Pagelaran IFW sendiri merupakan acara selebrasinya. Sementara itu, agenda-agenda lainnya tetap berjalan sejak 4 tahun silam. Program tersebut yaitu Indonesia Trend Forecasting, Local Movement, dan Green Movement. Local Movement tahun ini sudah dilaksanakan pada tanggal 1 Februari berupa Sunday Dress Up dengan tema Sarong is The New Denim.

Sebagai pembuka IFW 2015, fashion show bertema Resistance persembahan dari Indonesia Trend Forecasting 2016/2017. Salah program IFW untuk merumuskan tren desain, khususnya tren busana, yang diharapkan menjadi acuan bagi para desainer. Kali ini, desainer yang tampil yaitu Bramanta Wijaya, Dayuithayanti Parthayasuchin, Ilo Saputra, Iwan Amir, Jasmine Darwin, Julianus Pemberien, M.V. Lydia, Mega Saffira, Naomi Nasution, Philip Iswardono, Priscilla Listia K., Putu Aliki, Rani Hatta, Ryanne Putri Sutisna, Shahnaza Soraya, Vika Andila, dan Wenny Anggraini Natalia.

Selain itu, ada seminar dan workshop yang berlangsung bersamaan dengan fashion show. Seminar sebagai salah satu realisasi Green Movement, ajakan bagi pelaku dan pecinta mode untuk menerapkan sustainable fashion dan eco-fashion. “Semua peserta di ruangan ini, di akhir acara, hendaknya punya satu saja tindakan untuk mewujudkan sustainable fashion,” ajakan Ruth Brannvall, Managing Director Njord Consulting AB, asal Swedia. Ruth merupakan salah satu pembicara dalam seminar Sustainable Fashion-Green Business kerjasama APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia dan Chamber Trade Sweden, 26 Februari 2015. Peserta seminar adalah pengusaha fashion dari Pakistan, India, Afrika, Swedia, dan Indonesia.

Lepas dari susunan acara yang kerap kali berubah, baik waktu dan tempat, IFW mempunyai mimpi besar untuk menyatukan masyarakat fashion, dari hulu ke hilir untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat mode dunia. Dina menambahkan, bahwa kemajuan fashion Indonesia diharapkan mampu menggerakkan industri kecil dan menengah di bidang fashion.

Teks: Titik K. / Foto: Asep Hidayat

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *