DKNY Hybrid Watch Collection

Indonesia Fashion Week

Indonesia Fashion Design Competition, Motif Barong Jadi Pemenang

By  | 
sdk-4298

Rancangan Savira Lavinia, Pemenang Indonesia Fashion Design Competition 2014

Di runaway IFW 2014, Savira Lavinia berulang kali mengusap air matanya. Surprise saat Lenny Agustin, salah satu juri, menggandengnya untuk maju menerima hadiah sebagai  juara 1 dalam Indonesia Design Fashion Competition 2014, menyisihkan 9 finalis lain. Ia berhak mendapatkan sejumlah uang dan memenangkan tiket peragaan busana di Hongkong Fashion Week. Selain itu, ia mendapatkan kesempatan belajar desain di Italia selama 3 bulan.

Karyanya yang berjudul Soldier Children Army menarik perhatian juri. “Siapa sih yang nyangka kalau barong bisa ditaruh di situ,” kata Taruna K. Kusmayadi, ketua tim juri. Penempatan barong, sebagai salah satu unsur lokal dalam desain Savira dinilai sangat kreatif. Barong yang identik dengan tradisional bisa diaplikasikan menjadi desain modern tanpa harus menghilangkan cirinya. Selain itu, penggunaan bahan poliester dan lycra menjadi busana yang nyaman dipakai merupakan keunggulan karya ini. “Bisa menampilkan sosok anak kecil yang nakal. Konsep ini dipertahankan konsisten di semua desain yang tampil,” tambahnya.

Mengenai ide, Savira mengatakan, ide ini berasal dari kegemarannya menggambar ilustrasi. “Aku pilih barong karena secara visual menghasilkan strong effect,” kata Savira.

Menyusul juara kedua Ernesto Abram dengan karya Transforming Electhic. Menurut Taruna, kelebihan desain ini bisa menvisualkan bahan tradisional Indonesia dengan bagus. Karya yang dominan biru ini dijahit dengan sangat rapi. Kerapian yang mengalahkan juara ketiga, Audrey Aleyda Chaerunisa, bertema Envisage. “Secara bahan bagus. Ia berhasil menggabungkan ulos dengan bahan lain. Kalau jahitannya rapi ia bisa naik di posisi dua,” kata Lenny. Terakhir juara favorit berdasarkan voting di media sosial jatuh pada Ivana Tanos dengan karya Echanted Soul.

Indonesia Design Fashion Competition merupakan agenda rutin IFW yang disponsori oleh Dulux. Tahun ini berhasil menjaring 417 pendaftar. Sejumlah 137 desainer yang mengirimkan karyanya. Dari 137 dipilih 30 desainer. Kemudian disaring menjadi 10 finalis untuk menggelar karyanya di IFW. Pagelaran itu menentukan 3 pemenang dan satu juara favorit.

“Dulux bukan sekadar perusahaan yang menjual cat. Kami ingin membawa warna bagi kehidupan. Karenanya Dulux tidak bisa sendirian,” kata Jun de Dios, Presiden Direktur PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia), perusahaan yang menaungi merek Dulux. Fesyen termasuk bagian dari gaya hidup yang akan memberi warna pada kehidupan.

Tema kompetisi desain busana yaitu Unlocking Potensial. Desainer bebas berkreasi dengan mengeksplorasi ide dari kehidupan sehari-hari. Sedangkan tema warna teal, gabungan warna biru dan hijau yang mnejadi Colour of the Year 2014. Dios mengatakan, warna ini bermakna semangat dan optimisme menghadapi tahun yang penuh tantangan.

Lihat koleksi busana para finalis Indonesia Fashion Competition 2014 di runway Indonesia Fashion Week 2014:

Teks: Titik K. / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *