DKNY Fall 2017 Collection

News

Interpretasi Batik di Fashion Nation Ninth Edition 2015

By  | 

fashion-nation-2015-news-1

Seorang desainer tidak hanya berkarya, tetapi juga membutuhkan medium untuk bisa menjual karyanya. Senayan City Fashion Nation salah satu medium para desainer untuk bertemu dengan klien dan pembelinya. Kali ini digelar untuk ke-9 kalinya, akan berlangsung dari tanggal 9-18 April 2015 di Senayan City.

Melalui salah satu program acara tahunan ini, Capsule Collection, desainer bisa berkarya sekaligus memajang karyanya di pusat perbelanjaan bergengsi ini. “Capsule Collection adalah sebuah kolaborasi Senayan City dengan a list of fashion designer yang menampilkan Limited Edition Batik Collection,” kata Veri Y. Setiadi, CEO Senayan City pada Preview Press Conference di Jakarta, 18 Maret 2015 . Desain busana yang ditampilkan di ajang di Capsule Collection merupakan karya terbaru dari para desainer yang dipilih, dan hanya didesain khusus untuk acara ini. Sedangkan desainer yang terpilih dikurasi dari desainer yang menampilkan karyanya di Jakarta Fashion Week 2015.

Para desainer tersebut antara lain Mel Ahyar, Tri Handoko, Didiet Maulana, dan Iwet Ramadhan. Masing-masing akan menginterpretasikan batik menurut menafsiran masing-masing. Mel Ahyar akan menampilkan koleksi batik tahun 1840-1890. Batik-batik zaman Belanda ini dirangkum dalam koleksi bertema Change Herritage. “Tidak menggunakan kain batiknya. Hanya motifnya yang saya ambil,” kata Mel Ahyar. Alasannya, agar harganya terjangkau tapi tetap bisa mengenalkan kekayaan kain batik pada era tersebut.

Masih bermain dengan motif, Iwet Ramadhan melalui label Tikprive akan mengenalkan motif kawung kepada generasi. “Target saya untuk generasi sosial media yang lebih “dalam”,” kata Iwet. “Dalam” maksudnya untuk generasi masa kini yang suka dengan perenungan. Kawung dipilih oleh Iwet karena motif sederhana tapi mengandung makna yang dalam. Maknanya, sebuah perjalanan yang sudah lengkap. Walau maknanya dalam, koleksi dalam Capsule Collection bertema Simplicity of Kawung ini akan menampilkan koleksi busana yang wearable dan mudah dijual.

Generasi sosial media atau generasi masa kini, juga menginspirasi Didiet Maulana dengan label Ikat dalam menafsirkan batik. Didiet menghadirkan makna batik dalam pengertian yang sebetulnya. Yakni motif kain yang dibuat dengan malam. Hanya motifnya dimodifikasi sesuai dengan selera muda. Menggunakan teknik blocking colour dan tone warna earth colour. “Juga pakai warna marsala agar keep up dengan trend,” kata Didiet.

Didiet dan juga desainer yang ikut dalam Capsule Collection ini merasa mendapat dukungan penuh dari pihak Senayan City. “Ini support nyata untuk desainer lokal. Dari campaign product, dibuatkan booth untuk promo, dan dibeli putus,” tambah Iwet dengan senyum.

Ternyata, tidak hanya desainer saja yang ditampilkan di Capsule Collection. Perajin batik pun ikut ditampilkan di sini. Seperti yang dilakukan Iwet, ia menyebutkan serta nama perajin batik di setiap karya. Untuk kawung, dibuat oleh Jonathan, salah satu perajin batik turun temurun di Garut.

Seni Instalasi Karya Didi Budiardjo

Tak hanya dalam bentuk busana, batik juga ditampilkan dalam bentuk instalasi. Pameran ini merupakan rangkain dari peringatan 25 tahun Didi Budiardjo berkarya. Setelah fashion show Curioscity Cabinet, dilanjutkan dengan pameran fashion Pilgrimage, dan terakhir pameran seni instalasi dengan tema Sawunggaling. “Instalasi seni ini terinspirasi dari KRT. Hadjonagoro Gotikswan dan Iwan Tirta. Dua tokoh batik Indonesia,” kata Didi di kesempatan terpisah. Berlokasi di Promenade Atrium, ground floor Senayan City, Sawunggaling merupakan terjemahan simbolisme yang sudah dikenal dari jaman dahulu dengan gaya modern. Sawunggaling yang bermakna kesuburan, kemakmuran, dan kekayaan alam Indonesia. Simbol ini akan ditampilkan dengan LED screen dan video mapping.

Selain Didi, Patrick Owen akan menggelar Pop Up Scarves Installation mulai 9 April-9 Juni 2015. Hasil penjualan scarves tersebut akan disumbangkan ke yayasan sosial.

Capsule Collection dan pameran instalasi hanya sebagain kecil dari acara Senayan City Fashion Nation. Kemeriahan runway menjadi highlight dari Senayan City Fashion Nation. Pada acara open night, 9 April 2015, akan menampilkan Mel Ahyar dan Ek Thongprasert, desainer dari Thailand. Sedangkan untuk show penutup, 18 April 2015, bertema Celebrasian akan menampilkan Austere by Tri Handoko, Stella Risa, Q Design & Play-Thailand, dan Atsuki Takahashi -Jepang.

Beberapa penghargaan pun akan diberikan pada acara Senayan City Fashion Nation kali ini. Yaitu Most Stylish Female Celebrity, Most Stylish Male Celebrity, Most Stylish Socialite, Most Stylish Model, dan Most Stylish Social Media Darling yang terangkum dalam Style Makers Award.

Teks: Titik K./ Foto: Kristina/Studio One

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *