Alexander Wang

News

Irna La Perle, Menyiasati Batas Busana Muslim

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Lihat Koleksi →

Mengikuti batas dan aturan busana muslim tapi tetap tampil menarik, tanpa mengundang pikiran negatif. Begitu batasan yang ingin dihadirkan oleh Irna Mutiara, desainer busana muslim dengan brand Irna La Perle. Batasan busana muslim antara lain tidak menonjolkan lekuk tubuh sehingga tidak mengundang pemikiran negatif. Ini menjadi tantangan ketika mendesain busana pengantin. Apalagi andai klien ingin busana kebaya yang kerap diidentikan dengan busana pengantin khas Indonesia dengan ciri khas rekat tubuh.

“Untuk membuat khas Indonesia, kami bisa mengambil dari bahannya, sulamannya, atau warnanya. Gaun pengantin Indonesia itu warnanya beragam,” kata Irna. Bila ingin kebaya, selain mengambil bahan-bahan kebaya, juga membuat kebaya yang lebih longgar. Kalau kebaya yang identik dengan rekat tubuh, line busana Irna La Perle tidak bisa mewadahi hal yang demikian.

Juga soal warna. Irna sudah punya warna-warna khas, yaitu warna-warna lembut yang merujuk pada warna-warna yang disukai oleh orang Barat. Sementara busana pengantin Indonesia kebanyakan warna terang. Makanya disesuaikan sehingga tampil menjadi warna pastel, broken white, tan, khaki, ivory, dusty peach, purple, mint, dan silver dalam koleksi busana pengantin. Irna menyebutkan konsep warna ini membawa kekhasan Indonesia menjadi international look.

Kekhasan Indonesia juga bisa ditampilkan dalam detail. Irna menambahkan detai sulaman yang terinsprasi dari sulaman dari Padang (Sumatera Barat) dan bordir asal Tasikmalaya. Detail yang dimodifikasi oleh Irna menjadi modern tanpa meninggalkan ciri khasnya. “Perlu komunikasi dengan perajin, mengubah pola mereka yang sudah turun temurun,” tambah Irna.

Koleksi yang disiapkan selama 3 tahun ini tampil dalam fashion show tunggal bertema Luminescence di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, 17 September 2014. Sebanyak 35 koleksi busana pengantin tampil dengan 35 kreasi kerudung.

“Luminescence maksudnya pendar yang tidak mencolok, tapi pendar yang tersembunyi,” jelas Irna. Pendar ini berasal dari kristal Swarosvki, international brand perhiasan kristal yang turut mendukung peragaan busana kali ini. Swarosvki identik dengan kemewahan yang mengundang perhatian. Tapi disesuaikan dengan gaya Irna, kristal tersebut ‘disembunyikan’ tanpa mengurangi kemewahannya.

“Indonesia dan India adalah pasar utama kami untuk Asia. Makanya kami mendukung top brand busana untuk kerjasama dengan kami,” kata Giuseppe Ravenna, Director Swarosvki Professional South East Asia . Desain Swarosvki sudah terkenal dengan kualitas dan keragamannya. Kolaborasi dengan Irna, tidak ada desain khusus. Hanya mengambil keragaman desain yang memang cocok yang sudah tersedia dengan menyesuaikan busana Irna. Kali ini merupakan kolaborasi pertama Irna dengan Swarosvki. Ke depannya, Swarosvki membuka kerjasama dengan top brand di Indonesia yang seusai dengannya.

Teks: Titik K. / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *