Alexander Wang

Jakarta Fashion Week

Jakarta Fashion Week 2015, Majukan Label Indonesia

By  | 
Photo by Sadikin Gani

Salah satu pemilik label fashion (kanan dan kiri), serta model (tengah) yang tampil di Jakarta Fashion Week 2015

Jakarta Fashion Week (JFW) 2015 resmi dimulai hari ini, 1-7 November 2014 di Senayan City, Jakarta. Pembukaan dihadiri oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya dan Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel. Kedua menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo ini sepakat bahwa fashion adalah industri besar yang padat karya dengan uang berputar yang sangat tinggi. Karenanya, departemen tersebut memberi dukungan untuk acara ini.

Pekan mode ini sudah ke-7 kalinya digelar. Selain dari menteri, dukungan pun datang dari Plt. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Menurutnya, perkembangan pesat industri kreatif termasuk industri fashion di Indonesia perlu dukungan berbagai pihak. Sehingga memantapkan peran dan fungsinya sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional yang handal dan menjajikan.

Pertanyaan menggelitik diajukan saat konferensi pers pembukaan JFW 2014, 1 November 2014. Bagaimana peran JFW dalam memajukan pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebagai salah satu pusat grosir fashion terbesar di Asia Tenggara. “Jakarta Fashion Week ini bertujuan untuk memajukan label Indonesia. Karenanya harus bekerja dengn manufacture,” kata Svida Alisjahbana, Ketua Umum JFW 2015.

Ia menyebutkan fashion week yang diselenggarakan di kota-kota besar dunia, macam Paris Fashion Week, London Fashion Week, dan New York Fashion Week sebagai ajang untuk menampilkan karya desain berkualitas dan mempengaruhi trend industri fashion di negara yang bersangkutan, bahkan di dunia. Tak berapa lama, biasanya desain-desain tersebut akan di-copy massal sebagai barang KW, khususnya untuk koleksi terkini brand terkenal.

Sama halnya dengan JFW. Event ini menampilkan busana koleksi terbaru dari para desainer Indonesia. Karya ini pun berpengaruh pada trend busana di Indonesia, dari pusat perbelanjaan mewah hingga di Pasar Tanah Abang. Desainer Indonesia juga ada yang membuka gerainya di Tanah Abang. Itang Yunasz, menyajikan koleksi busana muslim dengan harga terjangkau di Tanah Abang. Itang juga salah satu desainer yang menggelar karyanya di JFW 2015.

Di sisi lain, Svida optimis bahwa beberapa desainer Indonesia sebetulnya sudah siap untuk masuk ke pasar internasional. “Pak Very (Very Y. Setiadi-CEO Senayan City) pun sudah mengakui bahwa desainer Indonesia sudah bisa menyediakan busana dengan kontinyu,” tambah Svida. Keberlanjutan ini menjadi salah satu syarat untuk bisa menjadi tenant di pusat perbelanjaan, bersaing dengan brand luar. Sebagai langkah awal, desainer Indonesia bisa melihat karya desainer luar yang diundang ke JFW 2015.

Sejumlah 10 desainer internasional dari 4 negara yaitu Inggris, Jepang, Thailand, dan Korea. Total desainer yang akan tampil lebih dari 220 desainer, label lokal dan internasional. Desainer yang akan tampil antara lain Priyo Oktaviano, Nur Zahra, Tex Saverio, Dian Pelangi, Billy Tjong, dan Patrick Owen. Mereka menampilkan lebih dari 2600 looks dari busana ready to wear, busana muslim, kebaya, hingga couture. Dibawakan oleh lebih dari 230 model.

Dari sisi pemberitaan dan sebaran informasi, selain media tanah air, acara JFW 2015 juga turut mengundang jurnalis dan media internasional. Di antaranya adalah Sarah Kate Watson, pembawa acara program televisi K-Style dari Star World. Colin McDowell seorang komentator fashion asal Inggris yang juga menjabat sebagai chief fashion writer dari Sunday Times.

Sebagai penutup, Basuki berharap, kegiatan Jakarta Fashion Week 2015 memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu pusat mode di kawasan Asia dan dunia. Serta salah satu wujud kesiapan kita menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Teks: Titik K. / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *