Alexander Wang

Fashion Report

Kekuatan Perempuan Jepang Menginspirasi Denny Wirawan

By  | 

denny-wirawan-cover-4050

Lihat Koleksi Denny Wirawan di Fashion Nation 2014 →

Jepang tumbuh dari paduan kekuatan tradisional dan kecanggihan teknologi, menjadikan negeri itu modern dengan ciri khasnya. Denny Wirawan merangkumnya dalam koleksi busana, Affirmation.

Dibuka dengan tampilan di layar, suasana musim semi di Jepang, fashion show bertema Affirmation karya Denny Wirawan tampil malam itu, 27 Maret 2014. Fashion show pada pembukaan Fashion Nation The 8th Edition di Senayan City, Jakarta,  yang berlangsung hingga 6 April 2014.

“Kekuatan dari wanita Jepang. Kemajuan teknologinya, wanita Jepang masih menyimpan unsur tradisional. Itu terlihat dari cara mereka berbusana,” kata Denny Wirawan. Malam itu, ia menampilkan 15 busana yang terbagi menjadi dua sesi. Pertama menampilkan alam Jepang saat musim semi. Cirinya, banyak motif bunga dan kipas Jepang dihadirkan di dalam bahan katun, linen, sutra, dan satin.

Soal palet warna, Denny memilih warna hitam dan broken white. Menurut Denny, ia menginterpretasikan Spring/Summer 2014 dengan gayanya sendiri. Disesuaikan dengan pasar dan kemauan klien. Koleksi ready to wear hingga cocktail dresses yang tampil elegan, formal, tapi bisa dikenakan dengan berbagai suasana.

“Jepang banyak main dengan patchwork. Saya aplikasikan di sini, satu baju di tangan satu dan tangan lainnya motifnya lain-lain,” tambah Denny. Untuk memberi kesan elegan, beberapa bagian dicetak dengan warna emas dari bahan prada. Motif bambu yang ketap diidentikkan dengan Jepang, tampil lebih elegan dengan kesan tegas dari warna emas ini.

Tampilan khas Jepang ini juga didukung dengan aksesoris dan tata rambut ala geisha yang diberi sentuhan modern yaitu tusuk konde dan tata rambut. Pun make up dari NYX Professional menampilkan wajah perempuan Jepang.

Di sesi kedua menampilkan corak fauna di Jepang. Denny menampilkan motif bangau dan angsa di motif busananya. Ada yang ditampilkan dengan embroidery dan digital printing. Dari hasil survei yang dilakukan Denny saat membuat desain, kedua binatang ini kerap muncul di busana kimono Jepang.

Hal ini juga didukung oleh Nobumasa Yoshioka, Direktur Shibori Kyoto Museum di Jepang yang dihubungi The Actual Style. “Kami lebih sering menggunakan motif bangau dibandingkan angsa untuk kimono. Juga cemara, bambu, dan pohon aprikot secara bersama-sama untuk sesuatu yang spesial dan perayaan. Di Jepang disebut sebagai Syou Chiku Bai,” kata Nobumasa Yoshioka.

Sebagai penutup, Denny menampilkan sesuatu yang istimewa. Perempuan dengan busana megah dan tutup kepala berumbai. “Terakhir busana pernikahan lengkap dengan topi, bentuknya sama dengan yang dikenakan di Jepang, tapi biasanya kecil. Saya membuat lebih dramatis dengan rumbai yang besar,” terang Denny.

Teks: Titik K. / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *