DKNY Spring 2017 Collection

Fashion Report

Ragam Desain di Hari Pertama NYFW Spring-Summer 2016

By  | 

BCBG Max Azria / Foto GPS Radar

New York Fashion Week (NYFW) Spring-Summer 2016 baru saja digelar. Acara musiman ini akan berlangsung dari 10—17 September 2015. Mulai musim ini penyelenggaraannya tidak lagi di Lincoln Center, pindah ke Skylight di Moynihan Station dan Skylight Clarkson Sq.

Di hari pertama NYFW tampil Nicholas K. yang menggelar koleksi busana berbahan latex, cotton, chiffon, dan leather. Sederet koleksi busana asimetris dengan tehnik gather dan drapery hadir dengan kesan kuat juga ringan. Kali ini Nicholas menawarkan koleksi busana siap pakai dengan tehnik pewarnaan kain celup sehingga menghasilkan gradasi warna yang tampak dramatis. Model busana yang ditampilkan beragam, dari celana pendek, jumpsuit, hingga long dress dengan cutting lebar. Keseluruhan koleksi ini mengesankan perempuan kuat layaknya seorang ksatria. Kesan itu semakin tegas karena hadirnya aksesoris kalung tambang, gelang besi dan sepatu matrial arts.

Kesan berbeda muncul dari BCBG MAX AZRIA yang tampil setelah Nicholas. Keceriaan khas musik musim panas Amerika (choachella) tercermin kuat dari koleksinya. Motif-motif khas pribumi Amerika yang dipadu dengan motif floral hippie menjadi elemen yang unik. Keunikan lainya adalah penggunaan manset dengan motif tie dye yang dibuat bertumpuk serta aksesoris bucket hat. Pengunaan busana bertumpuk dan tabrak motif dalam seperti mewakili jiwa muda yang bebas berekspresi. Presentasi diakhiri dengan model yang mengenakan atasan folded tunic blouse berwarna putih dan bawahan rok panjang berpotongan duyung.

Tadashi Shioji / Foto: GPS Radar

Busana berdetail embroidery bunga–bunga feminin mengawali presentasi koleksi Erin Fetherston. Kesan country girl yang manis langsung terasa saat sederet koleksi berpotongan mini dress hadir di runway. Koleksi dress dengan material chiffon, crochet, hingga net organdy hadir dengan potongan klasik namun tetap elegan. Model dengan tatanan rambut yang dibiarkan terurai, serta penggunaan sandal gladiator memberikan kesan kasual untuk musim panas.

Dentingan musik khas negeri sakura mengiringi fashion show Tadashi Shoji. Bunga–bunga yang bermekaran khas negeri Jepang seperti peonies, iris, dan cherry blossoms menjadi inspirasi Tadashi Shoji. Warna putih sepertinya menjadi warna favorit para desainer sebagai busana pembuka di hari pertama NYFW. Begitu pun dengan Tadashi Shoji yang menghadirkan busana putih dengan detail embroidery dengan warna senada. Keseluruhan koleksinya terlihat feminin juga sexy. Tercermin dari pilihan warna–warna bunga dan dengan material bahan yang menerawang.

Desigual seperti biasanya, masih mempertahankan ciri khas desain mereka yang kaya warna dan unik. Karakter khas anak muda yang personal, penuh perlawanan dan tak terduga diterjemahkan ke dalam koleksi pop art jalanan.

Dengan menampilan ragam warna, motif, dan material yang bertabrakan, Disegual cukup berhasil menerjemahkan menurut perspektif anak muda pada umumnya.

Ohne Titel / Foto: GPS Radar

Visual artist asal Australia Fiona Hall menjadi sumber inspirasi koleksi spring/summer label Tome. Sederet busana berpotongan simple dengan detail ruffles yang asimetris menjadi pembuka presentasinya. Menariknya, penggunaan motif garis dan floral tidak serta merta membuatnya terlihat feminin, melainkan memberi kesan boyish yang tegas. Penggunaan bahan mengkilap seperti silk dan shantung yang diberi detail ruffles mengimbangi bentuk busana yang terasa kaku.

Ohne Title menutup rangkaian NYFW hari pertama. Sederet busana berbahan lembut dan ringan, seperti chiffon, silk, dan organza menjadi bahan utama dalam koleksinya. Garis desain sporty yang menjadi ciri khas Ohne Title terasa kuat

Dan hadirnya model busana pundak terbuka berbahan transparan menambah kesan sexy pada koleksinya.

Text: Bayu Raditya Pratama / Foto: GPS Radar

Video NYFW Spring/Summer 2016

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *