DKNY Ready-To-Wear Spring 19 Collection

Fashion Report

Kreasi Busana Pengantin dalam Kaidah Busana Muslim

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Lihat Koleksi →

Berpegang pada kaidah busana muslim, memasukkan unsur Indonesia, Irna La Perle berikan desain busana pengantin dengan sentuhan internasional.

Fashion show tunggal pertama digelar pada 17 September 2014 di Hotel Gran Mahakam, Jakarta. Pemilihan lokasi ini pun tak sembarangan. Interior hotel dengan arsitektur artdeco ini mendukung style busana Irna La Perle. Karenanya, runway cukup memanfaatkan ruang di hotel itu.

“Ini adalah sebuah cita–cita yang sudah kami rencanakan lebih dari 3 tahun yang lalu,” kata Irna Mutiara, desainer dari Irna La Perle. Brand yang didirikan pada pertengahan tahun 2008 ini memfokuskan diri pada busana pengantin muslimah.

Kali ini, Irna La Perle berkerja sama dengan Swarovski dan Wardah Cosmetic mengusung tema Luminescence. Terinspirasi dari pendaran cahaya. Irna merepresentasikan pendar cahaya ke dalam satu koleksi rancangan busana pengantin dengan tetap mengedepankan kaidah busana muslimah yang ada. “Saya membuat busana muslim yang sesuai dengan kaidahnya dalam artian berbusana tertutup namun terlihat fashionable tetapi tidak mengundang orang untuk berfikir negatif,” kata Irna Mutiara.

Didominasi Warna Pastel

Koleksi yang terdiri 35 busana pengantin muslimah ini juga didominasi oleh warna–warna pastel hingga putih seperti busana pengantin internasional. Namun sekilas koleksi ini tidak terasa seperti busana pengantin jika diukur dari busana pengantin Indonesia yang umumnya lebih glamor dan kaya detail. Busana pengantin muslimah Irna La Perle lebih sederhana dengan potongan yang tidak membentuk siluet tubuh serta penambahan aksesoris berupa jaket, cape hingga coat yang juga dapat digunakan sehari – hari

Fashion show yang diperagakan oleh 29 model ini dibagi menjadi 3 sequence. Bagian pertama menghadirkan siluet H. Gaun yang lebih sederhana, untuk gaun pesta, busana lamaran, busana akad nikah, dan juga gaun pengantin. Bahan dari sifon dan tule dengan komposisi warna silver, mint, dan ungu.

Sequence kedua menhadirkan busana dengan siluet A. Didesain sebagai gaun pengantin semi ballgown dengan warna lebih cerah. Palet warnanya krem, peach, dan salem.

Ragam Kreasi Kerudung

Bagian terakhir merupakan kreasi cape, yang ditampilkan dengan palet warna broken white, warna gading, dan krem.

Selain busana tentunya hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain busana muslim adalah kerudung penutup kepala. Irna La Perle menghadirkan 35 bentuk kerudung penutup kepala yang dibuat lebih lebar dan panjang menutupi bagian dada lengkap dengan detail kristal dari Swarovski pada bagian ujungnya.

Selain itu, Irna juga membawa kekayaan kerajinan lokal. Sentuhan craftmanship dari teknik lokal ini diolah dalam citra internasional. Misalnya kita bisa melihat sulam usus khas Lampung, sulam cai ala Sumatera Barat, dan bordir dari Tasikmalaya. Kehadiran kerajinan itu tidak begitu saja. Namun diubah menjadi motif lace, art nouveau, hingga bentuk kain yang menjuntai.

Busana pengantin yang mewah namun simpel serta sesuai dengan kaidah busana muslim menjadi hal utama yang diperhatikan Irna La Perle. Tidak hanya memberikan desain yang baik tetapi juga mengedepankan kaidah – kaidah busana muslim. Desain ini menjadikan busana pengantin Irna La Perle sebagai altenatif di dunia fashion Indonesia.

Teks: Bayu Raditya Pratama / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *