DKNY Spring 2017 Collection

Fashion Report

Maharati, Inspirasi dari Suku Dayak Maanyan

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Lihat Koleksi →

Ragam simbol dan hiasan seni suku Dayak Maanyan menginspirasi Patrick Owen membuat koleksi busana “Maharati”.

Suku Dayak di Kalimantan yang menyimpan ragam seni-budaya. Tarian, upacara adat, bahasa, hingga berbagai hiasan dan simbol yang dituangkan ke dalam bentuk tato dan ukiran. Ragam hiasan dan simbol yang lazim disebut motif tribal itu menginspirasi desainer Patrick Owen dalam membuat koleksi Spring/Summer 2015 dengan tema Maharati.

Dayak Maanyan merupakan sub suku bangsa yang berada di daerah Kalimantan Tengah. Maharati dalam bahasa Dayak Maanyan sendiri berarti pintar atau bijaksana. Selain menggunakan bahasa Dayak sebagai tema koleksi, elemen estetis berupa motif tribal dari suku Dayak juga diterapkan ke dalam bentuk yang lebih pop.

Koleksi Spring/Summer 2015

Peragaan busana koleksi Patrick Owen kali ini dibuka dengan model yang mengenakan busana atasan jaket berbahan neoprene dan mohair, dengan busana bawahan berupa rok berbahan neoprene dan net polyester. Dilanjutkan dengan model yang mengenakan busana atasan vest berbahan net tulle dengan penambahan bustier yang di ekspos. Busana bawahan hadir celana panjang berpotongan wide berwarna gelap.

Hadir juga midi dress berbahan beaded tulle dan net polyester yang membuat dress ini terlihat menerawang. Selain busana untuk perempuan, Patrick Owen juga menghadirkan koleksi busan untuk laki–laki, berupa jaket dengan print ruh Maharati yang diaplikasikan diatas kain neoprene embossed, dengan bawahan celana berbahan neoprene embossed.

Sederet busana wanita yang didominasi oleh bahan transparan serta dipadu dengan baju dalaman yang diekspos membuat koleksi ini terlihat seksi dan menggoda. Bahan print lebih banyak mendominasi pada rancangan busana laki – laki. Unsur tribal pun disajikan sangat sedikit sehinga terasa sebagai pelengkap koleksi saja.

Selain tehnik print, Patrick Owen juga mencoba menggunakan teknik macrame yang dibuat sebagai aksen untuk beberapa busana koleksinya kali ini. Koleksi busana ini ditutup dengan busana berbahan tulle dan mohair, dengan detail beads koin dan macrame.

Berkolaborasi dengan Seniman Lainnya 

Seperti halnya pada koleksi sebelumnya, dalam koleksi Spring/Summer 2015 kali ini, Patrick owen berkolaborasi dengan desainer grafis Tatiana Romanova Surya dan Anton Ismael. Maharati, Ruh Maharati, dan Bukit Maharati merupakan motif print yang terinspirasi dari suku Dayak. Motif–motif print tersebut menjadi elemen utama dalam koleksi Patrick kali ini.

Selain berkolaborasi dengan desain grafis, Patrick juga bekerjasama dengan fashion stylish Zico Halim yang terlibat langsung dalam proses kreatif dari koleksi Maharati. Sebagai pelengkap koleksi, Patrick Owen bersama dengan label sepatu Ugna menghadirkan koleksi sepatu stiletto dengan warna polos dan printed berbahan neoprene, polyester, dan mohair.

Strategi Bisnis Yang Berbeda

Melihat keseluruhan koleksi dari Patrick Owen, tentunya akan terasa jauh berbeda dengan koleksi yang sebelumnya. Keseluruhan koleksi busana merupakan busana yang wearable. Dalam koleksinya kali ini, Patrick Owen mencoba untuk membuat beberapa potong baju yang kemungkinan besar busana tersebut tidak dapat dipakai sehari–hari.

Mulai dari dress yang menggunakan bahan menerawang hingga sweater oversize dengan bahan raffia. Namun busana tersebut hanya sebagian kecil dari keseluruhan koleksi busana. Hal ini juga sudah diperhitungkan oleh pihak Indonesia Fashion Forward, bahwa jualan utama dari Patrick Owen bukanlah busana yang tidak wearable. Keberadaan busana–busana tersebut hanya sebagai strategi untuk menjual busana utama yang lebih wearable dalam koleksi ini. Strategi bisnis seperti ini lazim digunakan oleh desainer – desainer Internasioal.

Dalam segi bisnis, Patrick Owen memang termasuk desainer yang sudah memperhatikan dunia online sebagai suatu pasar yang cukup menjajikan. Hal ini dibuktikan dengan tersedianya beberapa koleksi Spring/Summer 2015 milik Patrick Owen ini di online store yang telah menjalin kerja sama dengan Patrick Owen.

Teks: Bayu Raditya Pratama / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *