DKNY Hybrid Watch Collection

Fashion Report

Melintasi Batas, Membebaskan Imajinasi

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Berawal dari kebaya salah potong, Anne Avantie menyumbang fenomena baru kebaya untuk fashion Indonesia. Dari kebaya asimetris hingga motif polkadot.

Seperempat abad bukanlah waktu yang singkat bagi seorang desainer dalam berkarya dan selalu mendapatkan tempat di hati masyarakat. Dalam kurun waktu itu pula, Anne mengubah desain kebaya yang tadinya konvensional menjadi busana dengan variasi desain yang tak terbatas. Salah satunya kebaya salah potong, lantas menjadi desain kebaya asimetris yang sempat mengundang kontroversi.

Pujian sekaligus kritikan mewarnai 25 tahun karya Anne. Di JCC (Jakarta Convention Center), Jakarta, 3 September 2014, desain kebaya yang tak mengenal batas pakem, batas usia, batas dekade, dan batas imajinasi digelar untuk menandai 25 tahun Anne berkarya. Merenda Kasih, tema yang disajikan dalam fashion show, menampilkan 10 sesi fashion show, lebih dari 125 model, dan selebritas dari berbagai era.

Inspirasi dari Pecinan

Saat memasuki JCC, kita akan disambut desain ruangan pasar di pecinan, Semarang. Kota tempat tinggal Anne dari awal menjadi desainer hingga kini. Suasana pecinan ini dibawa sampai runway malam itu. Diiringi alunan musik dari Erwin Gutawa Orchestra, membuka sesi pertama fashion show. Desain yang ditampilkan kental dengan pengaruh desain busana oriental pecinan, ciri khas dari daerah pesisir Jawa dikemas Anne Avantie menjadi lebih kontemporer. Permainan warna cerah dan berani, ciri khas batik pecinan dikombinasi dengan warna gold dan hitam serta Potongan busana cheongsam yang dibuat lebih dinamis dengan pola yang tidak biasa.

Pada sesi kedua tampil kebaya yang diadaptasi dari kehidupan perempuan kolonial zaman kependudukan Belanda. Koleksi kebaya kombinasi antara elemen estetis dan potongan gaun khas negeri Eropa menjadikan kebaya hadir dengan desain yang tak biasa. Penggunaan warna putih dan gold menjadikan koleksi Anne Avantie terasa classy sekaligus glamor.

Selanjutnya kebaya modern bercorak floral dengan detail bordir dan payet motif bunga hadir pada pada sesi ke tiga. Masih menggunakan sentuhan detail gold, kebaya Anne Avantie kali ini didominasi dengan warna – warna pastel yang kalem namun dengan potongan yang tegas dan detail rumit. Detail yang menjadi ciri khas Ane Avantie.

Simbol Romantis Perempuan Indonesia

Kebaya menjadi simbol romantis dan keanggunan perempuan Indonesia. Hal ini bisa kita lihat pada busana pernikahan. Sebagian besar perempuan Indonesia memilih pakaian kebaya pada saat pernikahanya. Anne Avantie berkerja sama dengan Brutus Rumah Mode menghadirkan setelan busana kebaya dan jas sebagai simbol romantisme khas Indonesia. Pasangan selebritas Indonesia hadir sebagai model untuk memperagakan koleksi pada sesi ke empat.

Anne Avantie merancang kebaya sesuai dengan kepribadian para pemakainya. Terlihat di antaranya pasangan Gading Marten dan Giselle, Andhika Pratama dan Ussy, serta beberapa pasangan selebritas lainnya. Suasana romantis ini semakin lengkap dengan penampilan dari Bunga Citra Lestari, Baby Romeo dan Titik Puspa.

Masih menampilkan selebritas Indonesia sebagai modelnya, sesi ke lima Anne Avantie mempersembahkan koleksi kebaya yang lebih formal. Dominasi kain panjang berwarna gelap namun ditambahkan detail warna mencolok seperti merah, fucia, dan gold sehingga koleksi ini terlihat lebih muda dan berani. Bahkan di sesi berikutnya, Anne lebih berani memadukan motif yang langka dihadirkan dalam kebaya.

Kebaya Polkadot dan Selebritas Senior

Musik kabaret tahun 1960-an memeriahkan runway pada sesi ke enam ini. Tepuk tangan penonton mengiringi selebritas yang melenggang dengan rancangan kebaya Anne Avantie. Ada yang berbeda pada rancangan Anne, kebaya yang biasanya dipadu dengan kain batik ataupun kain Nusantara, kali ini dipadu dengan kain bermotif polkadot dan garis geometris. Tak hanya itu, potongan kain berbentuk A-line yang terkesan retro menjadikan koleksi pada sesi ini kreatif dan inovatif.

Selain motif, pada sesi ke-7, Anne melintasi batas era. Selebritas yang tenar era tahun 1980-an-1990-an hadir sebagai model untuk rancangan Anne yang lebih matang dan dewasa. Warna – warna yang digunakan pun cinderung lebih mature seperti hijau, biru, coklat serta merah bata. Walau diperuntukkan untuk perempuan yang lebih berumur, kebaya Anne tetap terlihat modern dengan detail yang lebih simpel. Tapi terkadang, detail justru ditonjolkan untuk koleksi yang ingin menampilkan sisi glamor menjelang akhir fashion show.

Kekayaan Detail Karya Anne

Keindahan cahaya aurora pada malam hari memberikan inspirasi pada kebaya yang disajikan pada sesi ke-8. Cahaya cantik berwarna hijau, ungu, dan oranye yang menghiasi gelapnya langit malam hari di wilayah kutub diaplikasikan ke dalam sebuah koleksi rancangan kebaya modern. Menggunakan kain negeri sebagai elemen utama dan penambahan detail warna gold menjadikan koleksi Anne pada sesi ini terlihat glamor namun misterius.

Tak hanya kebaya, Anne juga menghadirkan gaun di sesi ke-9. Koleksi busana berpotongan gaun malam dengan menggunakan kain negeri sebagai bahan utamanya. Aksen geometris menjadikan koleksi ini sangat eksperimental tanpa meninggalkan gaya khas Anne Avantie. Kita bisa melihat detail bordir dan permainan kain negeri dalam bentuk coat panjang dan cape.

Sebagai penutup di sesi ke-10, Anne menampilkan inspirasi dari seorang ratu pada masa kerajaan Hindu – Budha di Indonesia. Ratu yang menggambarkan sosok yang kuat sekaligus lembut tergambar di kebaya yang kaya detail. Kain menjuntai, palet warna gelap dengan aksen gold menjadikan koleksi sesi ini terasa etnik dan juga kontemporer.

Keseluruhan acara ditutup dengan tarian tango dari Ratih Soe Kosasie dan penampilan model ternama Indonesia Dominique Diyose menggunakan rancangan busana berwarna hitam dengan bordir gold. Jubah dari kain negeri sebagai busana puncak dari perhelatan 25 Tahun Anne Avantie. Dominique memperagakan gerakan terbang seperti garuda. Sayapnya merentang bebas, sebebas Anne berkreasi dengan kebaya. Bebas, tanpa batas.

Lihat koleksi lengkap Pagelaran 25 Tahun Anne Avantie Berkarya: Bagian 1 / Bagian 2 / Bagian 3 / Bagian 4 / Bagian 5 / Bagian 6 / Bagian 7 / Bagian 8 / Bagian 9 / Bagian 10

Teks: Bayu Raditya Pratama / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *