DKNY Spring 2017 Collection

From The Pit

Menjaga Manner di Acara Fashion Show

By  | 
Andien, tengah, mengenakan kain batik di JFFF 2016.

Andien, tengah, mengenakan kain batik.

Akhir tahun lalu (Desember 2015) Andien Aisyah menerima penghargaan best fashionista dalam perhelatan I Fashion Festival yang diselenggarakan MNC. Selain sebagai penyanyi, perempuan mungil itu memang dikenal sebagai salah satu selebritas yang pandai berdandan. Hal itu diakui sendiri oleh Ajeng Swastiari, stylist yang biasa menangani para selebritas Indonesia. Dalam satu perbincangan sekitar setahun lalu, Ajeng sempat mengatakan bahwa Andien sebenarnya sudah tidak perlu lagi bantuan stylist, karena dia sudah punya kemampuan styling sendiri.

Selain mahir menyanyi, Andien juga pandai berdandan. Tak heran jika dia sempat didaulat menjadi brand ambassador sebuah merek fashion asal Indonesia. Sempat pula dibiayai Fimela, sebuah media daring (online) bermarkas di Jakarta untuk melakukan fashion week trip ke New York Fashion Week (Spring/Summer 2013).

Dalam soal dandan, Andien memang selalu menjaga penampilannya di hadapan publik. Apalagi saat dia harus menghadiri perhelatan bertajuk fashion seperti Jakarta Fashion Week dan Indonesia Fashion Week. Meski tidak selalu, Andien adalah salah satu dari sedikit selebritas yang berhasil mengundang minat saya untuk merekam gambarnya. Masih melekat dalam ingatan ketika saya meminta dia berpose saat tampil mengenakan baju berbahan kain tenun tradisional di Indonesia Fashion Week 2014.

Kiprah Andien di dunia fashion tak berhenti sampai di situ. Andien pun mulai merambah dunia fashion yang sesungguhnya: bisnis fashion. Bersama Mel Ahyar, dia mendirikan brand Happa. Tak tanggung-tanggung, brand yang menurutnya hendak menembak target pasar remaja hingga ibu-ibu berusia di atas 50 tahun itu—keinginan yang sungguh ambisius dan tidak realistis (?)—sempat diboyong ke New York untuk tampil di acara Indonesian Fashion Gallery. Terlepas dari seberapa penting acara itu mampu memberi kontribusi pada bisnis fashion yang baru saja dia mulai, semangat Andien patut diapresiasi. Selain menyedot tenaga, pikiran, dan social skill yang baik, juga tidak murah.

Itulah sekilas tentang Andien yang saya tahu. Seorang penyanyi perempuan yang cukup eksis di dunia fashion yang kerap hadir di acara-acara fashion bergengsi untuk ukuran Indonesia. Dari sinilah sebenarnya inti masalah yang hendak saya kemukakan dalam tulisan ini.

Kejadiannya berlangsung pada 09 Mei 2016. Hari itu saya mendapat undangan untuk menghadiri satu fashion show bertajuk “Jalinan Lungsi Pakan” persembahan Cita Tenun Indonesia (CTI). Pagelaran yang menampilkan Chossy Lalu, Auguste Soesastro, Tri Handoko, Itang Yunasz, Felisa Aprilia, dan Lanny Hewijanto itu merupakan bagian dari acara Jakarta Fashion and Food Festival 2016.

Andien, Indonesia Fashion Week 2014

Andien di Indonesia Fashion Week 2014

Beberapa muka yang kerap bertandang ke acara-acara fashion sudah tampak hadir di sana. Duduk di deretan kursi bagian depan. Selain Sarita Thaib, yang main di film AADC (Ada Apa Dengan Cinta) 2, tampak juga Andien. Mengenakan pakaian kasual dibalut kain batik. Penampilannya tampak lebih santai. Rambutnya hanya digulung ke atas sekadarnya. Saya mendapat kesan Andien lebih muda dan “merdeka”.

Fashion show yang dipersembahkan CTI ini adalah parade beberapa desainer. Karena itu, meski tamu yang hadir atas undangan CTI, distribusi undangannya sendiri kemungkinan besar berdasarkan pilihan masing-masing desainer. Saya misalnya, datang atas undangan Felisa Aprilia. Namun begitu, tidak berarti masing-masing tamu undangan hanya boleh menonton peragaan karya desainer yang mengundangnya. Mau tidak mau, suka atau tidak harus bertahan hingga fashion show usai. Itu sudah menjadi aturan tertulis yang disampaikan pembawa acara sebelum fashion show dimulai, meski dalam kenyataannya selalu saja ada yang tak menghiraukan itu.

Jika beranjak pergi sebelum peragaan selesai dilakukan oleh orang yang tidak biasa menghadiri acara fashion show, mungkin kita bisa sedikit memaklumi. Namun, bila kejadian serupa dilakukan oleh orang yang kehidupannya berada di lingkaran fashion, seperti Andien, tentu akan mengundang banyak pertanyaan, setidaknya bagi saya. Ada apa dengan Andien? Apakah karena yang mengundang dia hanya salah satu dari enam desainer yang tampil sehingga tidak merasa perlu duduk bertahan hingga fashion show usai? Lalu apa yang sudah dipelajari Andien selama dirinya bersentuhan dengan dunia fashion? Apakah Andien lupa bahwa eksistensinya akan bertahan jika dia mampu menjaga manner dari hal-hal yang paling sederhana dan tampak sepele, seperti duduk bertahan hingga fashion show usai digelar.

Semoga saja Andien punya alasan tepat tentang itu. Bukan karena ketidakpeduliannya pada bagian dunia di mana dia berada.

Tanggapan Andien

Lewat Twitter Andien menanggapi tulisan saya, dan menjelaskan alasan mengapa dia beranjak pergi sebelum fashion show persembahan CTI berakhir. Menurutnya, dia terpaksa harus pulang, karena ibunya sakit dan sendirian di rumah. Tentu saya memberi tanggapan balik sebaik mungkin, karena sejak awal tidak hendak menghakiminya. Karena itu pulalah saya mengakhiri tulisan ini dengan tanda tanya. Dan sekarang sudah jelas jawabannya. Buat Andien, semoga ibunda segera pulih kesehatannya. Amien.

Teks dan Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *