DKNY Spring 2017 Intimates, Sleepwear & Hosiery Collection

News

“Moon Dance”, Koleksi Sebastian Gunawan Menyambut Imlek 2566

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Lunar New Year atau Imlek menjadi selebrasi penting bagi masyarakat Tionghoa. Untuk menyebut busana khas Tionghoa, maka yang kita ingat adalah busana cheongsam.Cheongsam salah satu bentuk budaya juga. Kenapa tidak, saya menggali budaya tersebut dengan sentuhan modern,” kata Sebastian Gunawan (Seba) usai fashion show bertema Moon Dance di Jakarta, 3 Februari 2015. Koleksi ini merupakan kolaborasi Seba dengan Christina Panarese. Menurut Seba, busana cheongsam identik dengan krah tinggi, busana lekat tubuh, warna merah dan emas, serta belahan yang tinggi. Ciri khas tersebut tetap ada, hanya dimodifikasi sehingga menjadi tampilan yang lebih modern.

Sejumlah 68 gaun tampil dalam koleksi label Sebastian Gunawan dan dua busana pengantin dengan label Sebastian Sposa. Modifikasi warna terlihat dalam koleksi ini. Seba menambahkan warna hijau limau, lavender, hitam, dan putih selain warna khas Imlek: merah dan emas. Sedangkan bahan, ia memadupandankan antara lace, brokat, pique, damask, mikado, dan jacquard.

Tambahan ruffles di punggung tampak di beberapa busana yang ditampilkan sehingga busana tampak seperti jubah. Juga penambahan volume di pinggang serta bagian samping gaun. Bentuk ini terinspirasi dari lampion yang umum digunakan dalam perayaan Imlek. “Bentuk lampion yang bulat, kemudian bentuk bulan, itu saya terapkan di siluetnya,” tambah Seba. Untuk menambah kecantikan busana, para model mengenakan aksesoris dari Heliopolis dan tata rias Willy dari W2 Salon.

Di puncak fashion show, dua busana pengantin tampil pada malam itu. Alasannya menurut Seba, pernikahan adalah salah satu bentuk kebahagiaan. Demikian juga, dalam menyambut tahun baru Imlek adalah kebahagiaan bagi warga Tionghoa.

Teks: Titik K. / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *