DKNY Ready-To-Wear Spring 19 Collection

Fashion Extravaganza - JF3

Persembahan APPMI dan Ali Charisma

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Fashion Extravaganza 2014, Jakarta Fashion Food Festival (JF3) telah memasuki hari ke-4 pada 19 Mei 2014. Acara yang berlangsung di Ballroom Harris Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, ini menampilkan 3 sesi pagelaran busana. Dua sesi dari APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) dan satu sesi persembahan Ali Charisma.

Pertama dimulai pada pukul 15.00 WIB, menampilkan karya APPMI. Dengan tema Harmonious, parade peragaan busana ini menampilkan 12 desainer lokal. Menampilkan Bintang Mira dengan tema Ikat for the World, Berry Mirsha bertema Si Kumbang Jati, Jimmy Fei-Fei dengan Desierto, Mahdalia Makkulau menampilkan The Elegance of Pok’o,  Elok Rege Napio dengan Gerwasi, Jaz Passay dengan Happy. Tak ketinggalan pula Poppy Dharsono dengan tema Brebes Batik in Motion, Rela Tulisia bertema Minang Embroidery, Riani dengan Engrasia (Keanggunan), Verena Mia dengan The Virgin Queen, Veronika Vidyanita  bertema Indonesia Spices, dan terakhir Yurita Puji dengan Touch It.

Dilanjutkan dengan sesi ke-2 yang digelar pada pukul 17.00 WIB, peragaan busana masih diselenggarakan oleh APPMI. Mengusung tema Folkulture, sesi kali ini menghadirkan 4 desainer yaitu Khanaan Shamlan bertema Classy Chic, Sugeng Waskito menampilkan Rainbow of Jogja, Philip Iswandono dengan Tranquility (ketenangan), dan Yogiswari Prajanti dengan Architecture and I. Dalam konfrensi pers, masing-masing desainer menjelaskan misi mereka yang ingin merajai industri busana tanah air hingga manca negara.  “Bagi saya merancang baju bukan lagi sekadar hobi, kini arahnya sudah industri. Jadi misi saya ke depan jelas yakni ganyang industri fashion Asean,” kata Yogiswari Prajanti.

Pada akhir acara hari itu, fashion show tunggal dipersembahkan oleh Ali Charisma. Bertema The Butterfly and Crow, Ali Charisma menyajikan koleksi ready to wear dan evening wear. Keinginannya untuk menggali lebih dalam dua sisi perempuan seperti yin dan yang ia tampilkan dalam 53 koleksi busana.

“Bahan-bahan yang terlihat berat seperti leather akan saya kombinasikan dengan lace sebagai gaun. Untuk beberapa koleksi, saya memilih warna cerah seolah warna itu berteriak,” ujar Ali Charisma. Pada saat fashion show digelar, terlihat Ali Charisma berhasil memadukan bahan dan cutting yang tepat sehingga bahan yang sebenarnya berat terlihat ringan dan gaunnya sangat wearable.

Perpaduan natural make up, smokey eyes dan kepangan modern serta poni sisi membuat keseluruhan koleksi ini terlihat maskulin namun feminim secara bersamaan.

Teks: Desi Dwi Jayanti / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *