DKNY Spring 2017 Collection

Stories

Pesona Mega Mendung

By  | 

mega-mendung-7633Beberapa waktu lalu (22/10/2013) saya berkesempatan menghadiri pembukaan pameran batik Jawa Barat di Museum Tekstil Jakarta. Pameran yang diberi tajuk “Kisah Burung dan Kupu-Kupu” ini berlangsung selama sepekan (22-27 Oktober 2013). Menampilkan sejumlah batik motif unggulan dari Jawa Barat. Di antaranya mega mendung dari Cirebon. Sungguh membuat saya terpukau dan terpaksa menelan air liur. Paduan gambar deretan awan dan aneka burung serta kupu-kupu begitu indah dan agung. Sangat layak jika dijual dengan harga tinggi.

Sudah lama saya jatuh cinta pada batik ini. Pesonanya terletak pada gradasi warna yang bisa mencapai belasan. Konon, motif mega mendung ini hasil pengaruh kebudayaan Tiongkok yang masuk melalui pesisir Cirebon. Tetapi ada juga versi yang mengatakan bahwa motif klasik Cirebon ini diciptakan oleh salah seorang sultan Cirebon yang terinspirasi bayang-bayang awan yang dilihatnya di permukaan kolam keraton.

Dahulu, motif mega mendung berdiri sendiri saja dalam selembar kain batik. Tapi kini seiring perkembangan zaman, motif mega mendung sudah mengalami banyak modifikasi dan variasi. Misalnya disandingkan dengan motif burung, kupu-kupu, bunga, naga, dan lain-lain.

Pada acara pembukaan pameran, saya mengenakan kain mega mendung dengan variasi burung merak. Saya melihat ada beberapa tamu lain—perempuan dan laki-laki—yang juga memakai mega mendung dengan warna dan kombinasi yang semarak.

Mega mendung yang ditampilkan dalam pameran ini sungguh membuat saya terpukau dan terpaksa menelan air liur. Paduan gambar mega dan burung serta kupu-kupu begitu indah dan agung. Sangat layak jika harganya pun tinggi.

Oya, tentu pameran ini juga menampilkan batik-batik lain yang tak kalah cantik dan anggun dari berbagai daerah di Tanah Sunda, seperti merak ngibing (menari) dari Tasikmalaya, bulu hayam (ayam) dari Garut, dan lain-lain yang bukan saja memanjakan mata, tetapi juga menggetarkan sukma; membangunkan kesadaran kita tentang betapa indah dan agungnya seni wastra Indonesia.

Teks: Endah Sulwesi / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *