Alexander Wang

News

Sajian Didi Budiardjo Couture 2015

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Lihat Koleksi →

“Bukan hanya tentang bajunya, tapi Didi ingin memberikan kesan. Orang yang datang punya ingatan tentang fashion show ini,” kata Alvia Indira Gita, Tim Muara Bagdja, event organizer pagelaran busana 25 tahun Didi Budiardjo berkarya. Saat masuk ke acara konferensi pers, 1 Oktober 2014 di Hotel Mulia, Jakarta, peserta diberi souvenir berupa kunci. Menurut Alvi, kunci itu untuk membuka memori kita. Karena pada show yang digelar pada pukul 19.00 WIB, Didi akan mengajak penonton masuk ke memorinya selama 25 tahun berkarya. Memori yang diwujudkan dalam 56 looks yang akan disajikan dalam Didi Budiardjo Couture 2015 dengan tema Curiosity Cabinet.

Bukan runway biasa, tapi sebuah panggung yang melibatkan scenografer, penata panggung yang biasa digunakan untuk panggung teater. “Kami coba membangun mood, mewujudkan imajinasi, dan juga makhluk-makhluk yang ada dalam karya Mas Didi. Kami ingin menciptakan experience. Bahkan dari undangan show-nya pun sudah kami desain dengan hippocampus,” kata Felix Tjahyadi, scenografer. Makhluk mitologi Yunani dengan kepala kuda dan kaki ikan itu menjadi aksesoris di panggung. “Dan nanti masih banyak kejutan,” tambah Felix.

Tata panggung yang dikonsep bagus tersebut tetap tidak akan menghilangkan esensi dari fashion show. Bahwa yang menonjol tetap busana yang akan ditampilkan. Didi bermain dengan bahan-bahan yang tak biasa. “Sifon, santung, organza. Juga ada bahan lain misalnya lame matelase, jaquard, damask. Saya juga mendapatkan 3 songket Sumbar dengan kualitas bagus,” kata Didi.

Bahan-bahan tersebut dirangkai dalam gaun yang dikenakan model dengan dukungan aksesoris yang tak kalah menarik karya Rinaldy A. Yunardi. “Bahannya macam-macam. Ada yang logam, ada juga yang bahan alam asli,” kata Rinaldy. Menurutnya, ia membuat aksesoris ini bertahap. Setiap kali bertemu dengan Didi lantas ada ide, lalu dibuat. Jadi mengumpulkan ragam bahan dan bentuk, selama Didi mendesain busana untuk show kali ini.

Selain aksesoris, show kali ini juga didukung oleh make up dari LT Pro. “LT Pro produk dalam negeri untuk menengah atas. Sementara karya Didi juga untuk kelas atas. Makanya bisa mengangkat imej produk lokal ini,” kata Yohanes Suladji, Relationship Manager PT. Rembaka, perusahaan yang menaungi brand LT Pro.

Teks: Titik K. / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *