DKNY Spring 2017 Collection

From The Pit

Sajian Fashion Show di Era Digital

By  | 

tas-7424

Di era digital seperti sekarang menyaksikan fashion show dalam kemasan video relatif tidak sulit. Kemajuan internet dan teknologi informasi memungkinkan kita melihat perkembangan fashion di kota-kota pusat fashion dunia tanpa jedaUntuk dapat menyaksikan fashion show di London Fashion Week misalnya, tidak perlu repot-repot terbang ke Inggris. Kita bisa menyaksikannya dari rumah secara real time.

Awalnya, saya menyaksikan fashion show melalui browser hanya sekadar memenuhi rasa ingin tahu. Sering juga karena kebetulan lewat terkait pekerjaan saya sebagai pengembang website yang terbiasa mengamati tren fashion web. Lama-lama memberi keasyikan tersendiri. Selain bisa melihat perkembangan fashion setiap musim, juga bisa mengamati bagaimana sebuah fashion show disajikan dalam format video.

Adalah fashion show Chanel yang banyak menyita perhatian saya. Terutama yang digelar sejak 2010. Dengan tata panggung yang selalu penuh kejutan—kreatif dan inovatif—sajian video-nya begitu apik dan terkonsep dengan baik. Kita benar-benar disuguhi tontotan yang mampu menampilkan setiap busana yang diperagakan dengan cukup jelas dan detil.

Busana Tetap Sorotan Utama

Merekam fashion show berbeda dengan mendokumentasikan pagelaran musik atau tari. Dalam musik, aksi panggung sang penyanyi dan pemain musik menjadi sorotan utama. Dalam pertunjukan tari, aksi sang penarilah yang utama. Busana seorang penyanyi atau penari bisa menjadi aspek lain yang menarik, tetapi detail pakaian yang dikenakannya bukan yang utama untuk disorot.

Lain halnya dengan fashion show. Karena yang menjadi sorotan utama adalah busana yang dikenakan para model, maka selain harus mampu menampilkan gambaran utuh saat diterapkan pada tubuh, juga detil bentuk, dan materialnya. Dari ujung kaki hingga kepala si model.

Tampaknya Chanel menyadari itu. Meski tata panggung dan runway-nya sering tidak konvensional, tidak selalu lurus seperti trotoar, praktis setiap busana yang diperagakan terekam dengan baik oleh kamera video.

Simak saja fashion show untuk koleksi ready to wear Fall/Winter 2013/2014. Hilir mudik para model dengan koreografi bersilangan tak membuat kamera kehilangan momen merekam setiap detail busana yang diperagakan. Begitu pun dalam fashion show koleksi haute couture Fall/Winter 2013/2014. Setiap koleksi yang tampil di runway yang menyerupai labirin itu tetap terekam baik dan tertangkap detailnya.

Itu belum seberapa dibanding fashion show terakhir mereka untuk koleksi ready to wear Fall/Winter 2014/2015 di Paris Fashion WeekKali ini Chanel mengkreasi panggung fashion show-nya seperti supermarket. Lengkap dengan deretan rak tempat menyimpan barang. Mulai dari makanan dan minuman, hingga perkakas dan gergaji mesin. Tak ketinggalan keranjang belanja jinjing dan troli. Koreografinya mengadopsi hiruk-pikuk dan lalu-lalang orang di koridor supermarket. Entah ada berapa banyak kamera video terpasang di berbagai sudut sehingga dapat merekam detail busana yang berseliweran di sepanjang lorong dan sudut-sudut “supermarket”.

Bukan Sekadar Dokumentasi

Di era digital seperti sekarang, merekam peristiwa fashion show dalam format video bukan semata-mata didasari kepentingan pengarsipan. Fungsi video fashion show sudah berkembang menjadi alat promosi dan branding.

Modal keahlian mengoperasikan kamera tidaklah cukup. Tim videografer juga dituntut memahami substansi sebuah pagelaran busanaNamun, bukan berarti keberhasilan membuat video fashion show sepenuhnya terletak di pundak mereka. Perlu kerjasama dan komunikasi yang solid antara videografer, editor video, koreografer, designer, penata lampu dan penata panggung. Jika tidak, resiko ketidaktepatan memilih ukuran lensa dan penempatan kamera, ketidakakuratan sudut pengambilan gambar, gagal menyorot aspek-aspek penting dan detail busana yang diperagakan akan terjadi. Hasilnya, bukan fashion show yang didapat, melainkan walking show para model di atas runway.

Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas, saya sarankan Anda melihat dan membandingkan dua video fashion show di bawah ini. Semoga tidak terlalu sulit untuk menemukan perbedaannya. Selamat menikmati.

Teks dan Foto: Sadikin Gani

1 Comment

  1. Faizal Indra Kusuma

    22/12/2015 at 2:13 PM

    Wah… ia betul banget. Sudah terlihat perbedaannya

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *