DKNY Ready-To-Wear Spring 19 Collection

Fashion Report

Sapto Djojokartiko, Couture Yang Ringan

By  | 

Photo by Sadikin Gani

Lihat Koleksi →

Mengusung koleksi Pret-A-Couture dengan warna monokrom, Sapto Djojokartiko berhasil menyajikan koleksi couture yang ringan.

Hari ke-dua acara Bazaar Fashion Festival 2014, 23 Oktobr 2014, menghadirkan desainer Sapto Djojokartiko di area white cube stage. Menampilkan koleksi Spring/Summer 2015. Hal yang menarik dari koleksi yang ditampilkan oleh Sapto Djojokartiko adalah koleksi ini disebut Pret-A-Couture atau demi couture.

Pret-A-Couture atau demi couture sendiri merupakan hal yang baru di dalam industri fashion khususnya Indonesia. Koleksi ready to wear dengan sentuhan craftsmanship memang sedang marak dalam dunia fashion internasional. Sapto Djojokartiko memulainya dengan meluncurkan koleksi Spring/Summer 2015 kali ini.

Berbeda dengan desainer sebelumnya yang juga melakukan presentasi di area white cube stage, konsep fashion show dipilih Sapto sebagai cara presentasinya. Ketika memasuki area white cube, kita disambut jajaran kursi putih dengan tamu VVIP dan VIP pada baris depan dan media dibaris berikutnya. Pit photographer pun dibuat diagonal dengan tata panggung serba putih, ditambah aksen reruntuhan patung Yunani dan musik yang dimainkan live oleh 2 pemain cello.

Koleksi Spring/Summer 2015 kali ini terinspirasi dari alat cap batik jawa yang disebut penara. Alat ini sendiri biasanya terbuat dari tembaga. Penara biasanya digunakan untuk membuat batik cap yang mempunyai motif repetisi dan kontinu. Pada awalnya banyak yang mengira koleksi Sapto kali ini akan menggunakan motif batik. Namun hal ini terbantahkan ketika pemain cello mulai memainkan musik dan model pembuka berjalan di atas runway.

Long dress berwarna crème dengan bahan gazar dan organza berdetail bordir putih pada bagian atas nya. Dilanjutkan dengan model yang mengenakan blazer dan celana panjang berpotongan high waist berwarna off white dengan detail bordir yang membentuk pola bunga dan garis yang simetris.

Sederet busana berbahan lace, damask, gazar organza dan linen tampil apik dalam detail yang rumit, namun dengan penggunaan warna yang monokrom seperti off-white, crème, ivory, dan abu–abu muda membuat koleksi ini terasa modern dan ringan.

Penggunaan sepatu espadrille yang diberi detail bordir dan wedge sandals menambah kesan kasual koleksi ini. Konsep ini diperkuat dengan make-up dan tata rambut model yang simpel membuat koleksi demi couture dari Sapto Djojokartko jauh dari kesan glamor dan berat.

Teks: Bayu Raditya Pratama / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *