DKNY Ready-To-Wear Fall 19 Collection

News

Songket Palembang, Persembahan Terbaru Dian Pelangi

By  | 

Photo by Bayu Raditya Pratama

Usai menggelar koleksi terbarunya di New York dan Washington, Dian Pelangi, desainer busana muslim, menyajikan koleksi busana terbarunya untuk Galeries Lafayette, Jakarta, 17 Oktober 2014. Dihadiri oleh para penggemar karya Dian Pelangi dan calon pembeli, fashion show dengan tema Miss Palembang in New York ini menampilkan koleksi berbahan utama songket Palembang.

Bahan tradisional ini tampil dalam bentuk kaftan, jubah, dress, dan jaket yang menutup seluruh tubuh. Kain songket yang dikerjakan dengan tangan dengan bahan sutra dan katun dengan motif benang emas dan perak ini menjadikan koleksi terbaru ini tampak mewah. Untuk memberi sentuhan modern, menurut Dian, para model mengenakan kacamata hitam dengan aksen emas.

Dian mencoba menggabungkan unsur tradisional dengan desain Barat. Mengubah songket yang biasanya dikenakan untuk upacara tradisional dan acara pesta menjadi busana ready to wear yang bisa dikenakan kapan saja. Selain dari cutting, juga menyajikan tutup kepala dengan bentuk yang lebih sederhana, turban sebagai pilihannya.

“Di Galeries Lafayette ada banyak sekali tenant. Kami mengadakan trunk show ini merupakan bagian dari promosi,” kata Armijn Navaro, Event and Partnership Manager, Galeries Lafayette. Target utama adalah untuk mendatangkan calon pembeli dan penggemar desain Dian Pelangi. Selain Dian yang mengundang komunitasnya Galeries Lafayette punya data berdasarkan kebiasaan belanja dan pelanggan setia. Mereka yang punya kesempatan untuk menyaksikan fashion show dari desainer tertentu yang diadakan di Galeries Lafayette.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Galeries Lafayette adalah one stop shopping. Jadi bisa bisa belanja fashion (busana-red), shoes, bag, aksesoris,” tambah Armijn. Desainer bisa menggelar fashion show di sini. Busana yang digelar diharapkan memang busana terbaru yang belum pernah dipajang di tempat lain. Khusus untuk Dian Pelangi, walau sudah pernah digelar di Amerika, tapi di Indonesia baru pertama.

Teks: Titik K. / Foto: Bayu Raditya Pratama

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *