Alexander Wang

News

World Shibori Exhibition 2013

By  | 
Kenji-Yoshioka-2-8970

Kenji Yoshioka, Kepala Kyoto Shibori Museum, Jepang dan Perajin Shibori

Menyaksikan detail kain ‘jumputan’ karya Jepang dan kimono terbesar di dunia, kita akan disuguhi sebuah ketekunan untuk menghasilkan selembar kain.

Buatan tangan selalu memikat. Buatan tangan juga mulai langka dibuat, termasuk kain shibori. Kain yang kini dipamerkan di Museum Tekstil, Jakarta pada 14-21 Desember 2013 merupakan salah satu upaya Kyoto Shibori Museum untuk mengenalkan kembali kain shibori kepada masyarakat Jepang dan ke seluruh dunia.

“Di Jepang, saat ada orang tua yang sudah meninggal maka lemari pakaiannya sering dikosongkan. Di sana ditemukan banyak kain tradisi dan kimono, hanya generasi sekarang tidak banyak paham. Makanya kimono itu hanya dijual di pasar loak dengan harga murah,” kata Prof. Masakatsu Tozu mewakili Japan Indonesia Cloth Cultural Association. Bila dibiarkan, maka jejak sejarah tersebut akan musnah.

Selain itu, alasan diadakan pameran di Indonesia, mengingat Indonesia punya teknik pewarnaan yang mirip dengan shibori, yakni kain jumputan. “Saya berharap ada tukar teknologi di sini. Mungkin dipadu dengan batik di Indonesia,” kata Nabumasa Yoshioka, deputy director Kyoto Shibori Museum.

Teknik pembuatan kain shibori dan jumputan pada dasarnya. Kain shibori lebih detail, ikatan sangat kecil, dan kadang tekstur bekas ikatan dibiarkan berkerut setelah kain jadi.  Kain katun atau sutra dibuat pola, kemudian diikat dengan benang yang kedap air, dicelup dengan warna, lantas dibuka. Hasil ikatan itulah yang menghasilkan pattern dan warna.

Di pameran, kita bisa melihat karya-karya spektakuler dari perajin shibori di masa lalu hingga yang masih berkarya hingga kini. Salah satunya Kenji Yoshioka, Kepala Kyoto Shibori Museum sekaligus perajin. “Ini saya buat selama 2,5 tahun,” kata Kenji menunjukkan karya berjudul Autumn Illumination yang digelar di pintu masuk pameran. Karya warna-warni ini menggambarkan Eikan-do temple, Chio-in Temple, Koudai-ji Temple dan Yasaka Pagoda. Kain shibori kebanyakan menggambarkan tempat-tempat eksotis dengan ragam warna musim di Jepang.

Selain shibori dari Jepang, juga dipamerkan shibori dari India dan kain jumputan dari Indonesia. Workshop shibori dan merangkai bunga ikebana juga digelar di acara ini. Untuk ikebana akan dilaksanakan Sabtu, 21 Desember 2013.

Untuk lebih detail tentang shibori, The Actual Style akan menghadirkan untuk Anda di tulisan berikutnya.

Teks: Titik K. / Foto: Sadikin Gani

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *